Kamis, 15 November 2018

Gojek dan Grab Didemo Ojek dan Sopir Taksi Online Mulai Besok

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Driver gojek berunjuk rasa di depan kantor gojek di kawasan kemang Jakarta Selatan, mereka menuntut agar sistem performa di hapuskan. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Driver gojek berunjuk rasa di depan kantor gojek di kawasan kemang Jakarta Selatan, mereka menuntut agar sistem performa di hapuskan. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen atau Yansen mengatakan 1.000 pengemudi taksi dan ojek online akan berdemonstrasi di kantor aplikator Grab dan Gojek pada pekan ini. Pengemudi online yang merupakan gabungan dari ojek online dan taksi online akan menyampaikan aspirasi dengan tema Gerakan Hantam Aplikator Nakal (Gerhana).

    Baca juga: Ratusan Pengemudi Ojek Online Tetap Akan Berdemo 18-8-18, Sebab

    "Gerakan ini akan diikuti perwakilan organisasi dan komunitas sekitar 1.000 driver online baik driver ojek online maupun driver taksi online dengan membawa aspirasi dari driver online di seluruh Indonesia," kata Yansen dalam keterangan tertulis, Ahad, 9 September 2018.

    Yansen mengatakan gerakan ini merupakan gabungan dari berbagai organisasi dan komunitas driver online. Menurut Yansen, untuk di Jabodetabek akan dilakukan demonstrasi pada Senin, 10 September 2018 di kantor Grab Indonesia, Lippo Kuningan, pukul 09.00 WIB. Adapun titik kumpul di belakang Kantor KPK Lama, pukul 07.00 WIB.

    Sedangkan pada Rabu, 12 September 2018 gerakan tersebut akan melakukan demonstrasi di kantor Gojek Indonesia, Pasaraya Blok M pukul 09.00 WIB. Para pengemudi akan berkumpul dahulu di Taman Wijaya IX, pukul 07.00 WIB.

    Yansen mengatakan, para mengemudi akan menyampaikan tuntutan, yaitu:
    1. Menagih janji Aplikator
    2. Menolak keras Aplikator menjadi Perusahaan Transportasi
    3. Menolak keras eksploitasi terhadap driver online.
    4. Menolak keras Kartelisasi dan Monopoli bisnis Transportasi Online

    "Bila aplikator tidak memenuhi tuntutan kami, maka kami akan meminta kepada pemerintah agar mengusir Grab dan Gojek dari Bumi Pertiwi dan pemerintah segera mencarikan solusi atas permasalahan ini," kata Yansen.

    Baca: Angkot Modern Beroperasi di Bogor, Saingi Taksi Online dan Gojek

    Yansen berharap melalui gerakan terwujud kesejahteraan, kemandirian dan keadilan sosial bagi pengemudi online individu di seluruh Indonesia.

    PR Manager PT Gojek Indonesia Rindu Ragillia belum mengetahui kabar soal demo di kantor mereka mulai besok. "Saya cek dulu ke tim terkait. Nanti kalau ada update dikabari," kata dia. Adapun Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, belum merespons panggilan dari Tempo soal rencana demo besok. (*)

    Lihat juga video: Baru Usia 27 Tahun, Jadi Miliarder Lewat Digital Marketing



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.