Kurs Rupiah di Jisdor Melemah Jadi Rp 15.208 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah hari ini, Selasa, 23 Oktober 2018. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.208 pada 23 Oktober 2018.

    Baca juga: Minim Sentimen Domestik, Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini

    Angka tersebut menunjukkan pelemahan 16 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.192 pada 22 Oktober 2018. Sedangkan pada 23 Oktober 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.284 dan kurs beli Rp 15.132.

    Angka Rp 15 ribu per dolar AS pertama kali terjadi pada 3 Oktober 2018. Hingga saat ini kurs rupiah masih menyentuh Rp 15 ribu per dolar AS.

    Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan rupiah melemah hari ini. Reny memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 15.177 - Rp 15.264 per dolar Amerika Serikat.

    "Rupiah berpotensi melemah karena minimnya sentimen domestik minggu ini," kata Reny saat dihubungi, Selasa, 23 Oktober 2018.

    Reny mengatakan pelaku pasar juga sedang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Bank Indonesia menggelar RDG pada 22-23 Oktober 2018.

    Hari ini hasil RDG BI Oktober 2018 akan diumumkan oleh Anggota Dewan Gubernur BI pada pukul 14.00.

    Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 15.185 - Rp 15.172 per dolar AS. Reza mengatakan pergerakan rupiah yang kembali menguat diharapkan dapat kembali bertahan seiring masih adanya sejumlah sentimen positif dari internal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.