Selasa, 23 Oktober 2018

BCA Naikkan Suku Bunga Pinjaman 0,25 Persen Per Oktober 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hallo BCA. Twitter.com

    Hallo BCA. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan telah menaikkan suku bunga pinjamannya sebanyak 25 basis poin pada Oktober 2018.

    BACA: BCA: Rp 1,3 Triliun Dana Tabungan Beralih ke Obligasi Ritel

    "Kami mengikuti kebijakan Lembaga Penjamin Simpanan, kalau memang ada kenaikan, kami naikkan juga. Untuk bunga pinjaman sudah naik dua kali tahun ini, pada Agustus dan Oktober masing-masing 0,25 persen," ujar Jahja di Grand Balroom Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Dilansir dari situs resmi BCA, suku bunga dasar kredit atau SBDK korporasi tercatat 9,75 persen. Sementara SBDK retail adalah 9,90 persen. Selain itu, SBDK konsumsi KPR tercatat 9,9 persen dan non KPR 8,33 persen.

    BACA: Rupiah Melemah, BCA: Sejak 98 Kita Belajar, Perbankan Lebih Siap

    Kenaikan juga terjadi pada suku bunga deposito BCA. Jahja mengatakan, perusahaannya telah menaikkan suku bunga deposito sebanyak lima kali tahun ini, sejak Maret 2018. "Kami naikkan lima kali, masing-masing 0,25 persen."

    Suku bunga deposito BCA tercatat 5,5 persen untuk tenor 1 bulan, 5,8 persen untuk tenor 3 bulan, serta 5,9 persen untuk tenor 6 bulan dan 1 tahun.

    Ke depan, Jahja mengatakan BCA akan mengikuti arah kebijakan dari Bank Indonesia. Ia memprediksi bank sentral Amerika Serikat, The Fed, bakal menaikkan lagi suku bunganya sebanyak 25 basis pada akhir tahun 2018. "Tahun depan bisa naik tiga sampai empat kali lagi."

    Jahja menyebut ke depannya BI mungkin akan menaikkan lagi suku bunganya. Namun, ia tak mau menduga-duga berapa besar lagi kenaikan suku bunga BI selanjutnya.

    "Ibarat naik mobil itu ada gas dan rem. Di ekonomi kenaikan suku bunga juga harus diseimbangkan, tidak semata hanya dinaikkan," kata Jahja. "Jadi susah, BI juga susah kalau naikkan terlalu agresif, tiap kali (The Fed naikkan) 0,25, (BI) naik 50 poin kan rulenya begitu, tapi itu seperti buah simalakama, buat kurs aman, tapi buat pinjaman bagaimana?"

    Pada September 2018, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunganya 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kenaikan suku bunga itu adalah respon terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang menjadi 2-2,25 persen.

    Baca berita tentang BCA lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.