Rupiah Melemah, BCA: Sejak 98 Kita Belajar, Perbankan Lebih Siap

CEO BCA Jahja Setiaatmadja di sela kegiatan Leadership Sharing Session 100 Bankir di Hotel J.W. Marriot Mega Kuningan, Jakarta Pusat, 28 November 2017. TEMPO Yohanes Paskalis Pae Dale

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan ketimbang pada masa krisis 1998, pada tahun ini perbankan lebih siap menghadapi kondisi nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi belakangan ini.

"Perbankan kita sejak 1998 belajar, sehingga mengelola dolar itu sudah lebih baik," ujar Jahja di Grand Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

Baca juga: Sri Mulyani Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah hinga Rp 15.218

Salah satu contohnya, kata Jahja, perbankan kini tidak lagi berspekulasi, serta tidak ada pinjaman yang terlalu banyak dalam dolar AS. "Sehingga, menurut saya industri perbankan harusnya lebih siap."

Meski melihat pelemahan rupiah terjadi, kata Jahja, mata uang negara lain juga mengalami hal serupa. Oleh karena itu, sepanjang tidak ada kepanikan, kondisi perbankan masih bisa terkendali.

"Justru yang perlu diperhatikan itu adalah sektor riil karena bahan baku produk-produk kita itu masih impor," ujar Jahja.

Ketergantungan kepada barang impor, menurut dia, sedikit banyak bisa menyebabkan harga-harga barang ikut terdongkrak. Kenaikan harga-harga, selanjutnya akan berdampak kepada angka inflasi di dalam negeri.

"Kita doakan kita bisa terus kendalikan inflasi sehingga inflasi tidak terlalu tinggi. karena kita kan harus balance ya antara kurs, suku bunga, dan inflasi," kata Jahja.

Mengenai suku bunga, Jahja sedikit menyoroti langkah kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin, setara dengan kenaikan suku bunga The Fed. "Ada kenaikan suku bunga, tapi kurs juga tetap meningkat harganya," kata dia. Menurut dia, akan lebih efektif apabila kala itu BI menaikkan suku bunganya 50 basis poin, kendati itu akan membebani dunia usaha.

"Ini buah simalakama, yang dipilih kenaikan 0.25 dengan ada sedikit pelemahan rupiah," tutur Jahja. "Yang penting kita bisa jaga inflasi tidak terlalu tinggi, jadi harga barang tidak melonjak tinggi."

Nilai tukar rupiah kian melemah pada Selasa, 9 Oktober 2018. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, kurs rupiah hari ini menginjak level Rp 15.233 per dolar AS.

Angka tersebut lebih lemah 40 poin ketimbang pada Senin, 8 Oktober 2018. Kemarin, nilai tukar rupiah berada di level Rp 15.193 per dolar AS.






Rupiah Menguat ke Level Rp 15.262, Krisis Energi di Eropa hingga Inflasi Jadi Sentimen

11 jam lalu

Rupiah Menguat ke Level Rp 15.262, Krisis Energi di Eropa hingga Inflasi Jadi Sentimen

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mampu menguat pada perdagangan Kamis, 29 September 2022.


Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

15 jam lalu

Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

Berita terkini bisnis pada siang hari ini dimulai dari permintaan Presiden Jokowi ke Sri Mulyani agar berhati-hati dalam mengelola APBN.


Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

19 jam lalu

Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

Bank Indonesia (BI) angkat bicara menanggapi jebloknya nilai tukar rupiah belakangan telah tembus ke 15.266 per dolar AS.


Analis: Pasar Keuangan yang Gelisah Mendorong Dolar AS ke Puncak

1 hari lalu

Analis: Pasar Keuangan yang Gelisah Mendorong Dolar AS ke Puncak

Pasar keuangan yang gelisah mendorong dolar ke puncak baru dua dekade, karena kenaikan suku bunga global memicu kekhawatiran resesi.


Kian Melemah, Rupiah Diperkirakan Bakal Tembus Rp 15.400 Per Dolar AS

1 hari lalu

Kian Melemah, Rupiah Diperkirakan Bakal Tembus Rp 15.400 Per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kian tertekan pada perdagangan hari ini, Rabu, 28 September 2022.


978 Lowongan Kerja Dibuka di Bursa Kerja Kota Tangerang, Ada Posisi di BCA Multi Finance

1 hari lalu

978 Lowongan Kerja Dibuka di Bursa Kerja Kota Tangerang, Ada Posisi di BCA Multi Finance

Kota Tangerang membuka peluang kerja lewat bursa kerja virtual yang selenggarakan setiap bulan dalam upaya membantu para pencari kerja.


Rupiah Diperkirakan Melemah ke Rp 15.150 per Dolar AS, Terancam Sentimen Resesi 2023

1 hari lalu

Rupiah Diperkirakan Melemah ke Rp 15.150 per Dolar AS, Terancam Sentimen Resesi 2023

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih akan kembali melemah pada hari ini.


Rupiah Menguat Tipis ke 15.124 per Dolar AS, Analis: Prediksi Resesi Picu Kenaikan Suku Bunga

2 hari lalu

Rupiah Menguat Tipis ke 15.124 per Dolar AS, Analis: Prediksi Resesi Picu Kenaikan Suku Bunga

Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang lain di kawasan Asia juga ditutup menguat.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

Indef memperkirakan jika ancaman resesi global tahun 2023 sektor industri yang akan luar biasa tertekan adalah yang bahan bakunya dari luar negeri.


Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

3 hari lalu

Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini akan kembali melemah.