BCA: Rp 1,3 Triliun Dana Tabungan Beralih ke Obligasi Ritel

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat mencoba mesin CS Digital dan mengganti kartu BCA magnetic menjadi kartu BCA berteknologi chip hasil kerja sama dengan Mastercard. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat mencoba mesin CS Digital dan mengganti kartu BCA magnetic menjadi kartu BCA berteknologi chip hasil kerja sama dengan Mastercard. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Jahja Setiaatmadja obligasi negara ritel (ORI) seri ORI015 yang belakangan ditawarkan pemerintah membuat banyak nasabahnya mengalihkan uang tabungannya.

    Baca: Ratusan ATM Masih Mati Akibat Gempa Palu, BRI dan BCA Lakukan Ini

    "Banyak nasabah kami yang dari tabungan, kalau tidak salah, tabungan kami sekitar Rp 1,3 triliun lari ke ORI," ujar Jahja di Grand Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Menurut Jahja, secara faktual memang ada persaingan antara ORI dengan produk perbankan. Sehingga, sejumlah dana di perbankan pun pindah ke obligasi pemerintah tersebut.

    "Karena kan kupon 8,25 lalu pajaknya lebih murah, itu menarik buat nasabah," ujar Jahja. "Tapi buat kami sih enggak ada masalah karena kebetulan Loan to Deposit Ratio kami kan bagus."

    Sebelumnya, pemerintah menawarkan obligasi negara ritel (ORI) seri ORI015 dengan tingkat kupon 8,25 persen bertenor tiga tahun. "Penerbitan itu sejalan dengan upaya pendalaman pasar keuangan domestik, pemerintah berupaya untuk memperluas basis investor domestik, di antaranya meningkatkan frekuensi penerbitan SBN ritel dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko, Luky Alfirman di Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018

    Pada tahun ini, lanjut dia, pemerintah menerbitkan lima instrumen SBN ritel yaitu sukuk ritel seri SR010, saving bond ritel seri SBR003, dan SBR004, obligasi negara ritel seri ORI015, dan sukuk tabungan seri ST002 yang rencananya diterbitkan pada November.

    Ia menyampaikan masa penawaran ORI015 akan berlangsung mulai 4 Oktober sampai dengan 25 Oktober 2018. Pemerintah memberikan kesempatan kepada setiap WNI untuk dapat berinvestasi pada PRI015 dan sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan nasional khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

    Pemerintah menetapkan minimum pemesanan ORI015 itu sebesar Rp 1 juta. Sedangkan maksimal pembelian sebesar Rp 3 miliar. Pembayaran kupon pertama kali akan dilakukan pada 15 November 2018. Pembayaran kupon obligasi ritel selanjutnya dilakukan pada setiap tanggal 15 setiap bulan.

    Simak berita tentang BCA hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.