Rupiah Melemah, BI: Investor Global Memilih Investasi di AS

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Perry Warjiyo, melantik pengurus baru ISEI pada Jumat, 21 September 2018. Foto Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan ekonomi AS, mempengaruhi terhadap nilai tukar rupiah. Karena ekonomi Amerika Serikat menguat, kata Perry, sehingga investor global lebih memilih untuk berinvestasi di negara Abang Sam tersebut.

Baca: Rupiah Tembus Rp 15 Ribu per Dolar AS, BI: Masih Aman

"Ini menjukkan ekonomi AS yang menguat. dan karena itu, lagi-lagi investor global lebih preferencenya investasi di sana," kata Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jumat, 5 Oktober 2018.

Dana investor asing keluar dari Indonesia memarkir investasinya di Amerika karena ekonominya tumbuh menguat. Sentimen ini lah yang membuat nilai tukra rupiah melemah. Perry mengatakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh sentimen risk on dan risk off.

"Memang beberapa hari terakhir ini terjadi sentimen risk off meningkat. Hari ini ada kenaikan US treasury bond atau suku bunga obligasi pemerintah yang memang cukup tinggi menjadi 3,23 persen untuk 10 tahun, mengantisipasi dari hasil survei Michigan yang kemungkinan, bahwa pertumbuhan lapangan kerja di AS lebih besar dari yg diperkirakan," kata Perry.

Selain itu, kata Perry ketegangan ekonomi AS dan Cina masih berlangsung demikian juga ada sejumlah faktor-faktor geopolitik, apakah di Eropa atau di tempat lain. "Faktor-faktor itu pengaruhi perkembangan nilai tukar," kata Perry.

Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.182 pada 5 Oktober 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 49 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.133 pada 4 Oktober 2018.

Sedangkan pada 5 Oktober 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.258 dan kurs beli Rp 15.106






Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

9 jam lalu

Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah.


29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

15 jam lalu

29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

Bank Indonesia (BI) mengumumkan ada jumlah peserta BI Fast kini bertambah sebanyak 29 bank.


DANA Luncurkan Layanan QRIS Transfer, Tarik Tunai, dan Setor Tunai

1 hari lalu

DANA Luncurkan Layanan QRIS Transfer, Tarik Tunai, dan Setor Tunai

Dompet digital DANA turut menerapkan sistem QRIS TTS.


Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

1 hari lalu

Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

Kurs rupiah melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 28 November 2022.


Menjelang Libur Akhir Tahun, Harga Telur Ayam di Jakarta Melonjak jadi Rp 29.372 per Kg

1 hari lalu

Menjelang Libur Akhir Tahun, Harga Telur Ayam di Jakarta Melonjak jadi Rp 29.372 per Kg

Harga telur ayam terpantau melonjak di Jakarta dan bahkan melampaui harga rata-rata nasional komoditas tersebut.


Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

1 hari lalu

Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

Kementerian Keuangan menyebutkan utang pemerintah per Oktober 2022 mencapai Rp 7.496,7 atau mendekati Rp 7.500 triliun.


Untung Berlipat dari Pasar Saham, Kaesang Pangarep Bagikan Cerita dan Strateginya

2 hari lalu

Untung Berlipat dari Pasar Saham, Kaesang Pangarep Bagikan Cerita dan Strateginya

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep membagikan ceritanya dalam berinvestasi di pasar saham.


Prediksi Inflasi Pekan Keempat November 0,18 Persen, Bank Indonesia: Dipicu Harga Telur

2 hari lalu

Prediksi Inflasi Pekan Keempat November 0,18 Persen, Bank Indonesia: Dipicu Harga Telur

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi hingga pekan keempat November 2022 sebesar 0,18 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).


Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

3 hari lalu

Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

Ekonom menilai proyek kereta cepat akan menjadi beban bagi Indonesia dalam jangka panjang karena harga tiket yang dijual terlampau murah.


Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

3 hari lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih senilai Rp11,71 triliun.