Rabu, 19 September 2018

Bank Dunia: Pemerintah dan BI Respons Pelemahan Rupiah Cukup Baik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, JakartaBank Dunia menilai pemerintah Indonesia telah merespons cukup baik dalam menghadapi pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini. Country Director Bank Dunia Untuk Indonesia, Rodrigo Chavez menyebutkan gerakan pemerintah yang fokus pada dua isu yakni defisit fiskal dan defisit neraca berjalan menjadi pendekatan yang sangat baik dalam rangka mengontrol keadaan.

    Baca: Presiden Bank Dunia ke Jokowi: Semuanya Sulit Diprediksi

    "Fakta bahwa seluruh pemerintah mempertimbangkan dua isu ini, saya rasa mereka telah merespons dengan sangat kredibel dan dengan pendekatan yang sangat baik untuk mengontrol situasi yang mencuat," kata Chavez di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Senin, 10 September 2018.

    Selain itu, menurut Chavez, respons baik pemerintah juga tampak dari kerja sama yang antara kabinet dan bank sentral. Kondisi sulit yang tak hanya dihadapi oleh Indonesia ini, menurut dia, dihadapi cukup baik.

    Chavez menilai fundamental perekonomian cukup stabil serta fungsi respons kebijakan publik yang baik. "Bank Sentral tetap independen tetapi bukan berarti tak ada kerja sama," katanya.

    Lebih lanjut, Chavez mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih belum mengubah prediksi terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yakni sebesar 5,2 persen. "Kami masih belum mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi tetapi saya tidak melihat adanya pernurunan besar saat ini," ucapnya.

    Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah berakhir melemah 37 poin atau 0,25 persen di level Rp 14.857 per dolar AS kemarin. Pelemahan rupiah itu terjadi setelah sebelumnya mampu ditutup menguat 73 poin atau 0,49 persen di posisi 14.820 pada Jumat pekan lalu.

    Baca: Bank Dunia: Ekonomi Indonesia 2018 Akan Hadapi Tiga Risiko Ini

    Terkait tanggapan Bank Dunia itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyatakan perekonomian Indonesia masih tahan banting didukung konsumsi rumah tangga dan investasi yang tetap kuat. “Bank Indonesia akan terus melakukan intervensi dalam pasar mata uang dan obligasi serta memperkuat respons kebijakannya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan membatasi inflasi,” kata Mirza.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.