Presiden Bank Dunia ke Jokowi: Semuanya Sulit Diprediksi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 4 Juli 2018. Annual meeting IMF-Bank Dunia akan dihadiri para menteri keuangan atau menteri ekonomi, gubernur bank sentral masing-masing negara, serta sejumlah pelaku ekonomi dan keuangan dunia lainnya. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi (kiri) dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 4 Juli 2018. Annual meeting IMF-Bank Dunia akan dihadiri para menteri keuangan atau menteri ekonomi, gubernur bank sentral masing-masing negara, serta sejumlah pelaku ekonomi dan keuangan dunia lainnya. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia mesti mengandalkan kemampuannya sendiri agar aman dari dampak goyangnya ekonomi dunia. Ia menuturkan seorang Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim saja tidak memiliki saran untuk Indonesia.

    Baca juga: Jokowi Bersyukur Ekonomi RI Tumbuh Meski Global Sulit Diprediksi

    "Saya tanya langsung gimana kira-kira prospek pertumbuhan ekonomi maupun keadaan ekonomi global secara umum, apa saranmu kepada Indonesia? Dia ngomong tidak punya saran, semuanya sulit diprediksi. Ya artinya menurut saya internal kita sendiri yang harus diperbaiki," kata Jokowi saat menerima anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. 

    Jokowi berujar saat ini banyak faktor yang membuat pelaku bisnis takut. Belum selesai perang dagang antara Cina dan Amerika, kini ada gejolak ekonomi di Turki.

    "Dan enggak tahu ada apa lagi yang menyebabkan kepastian ekonomi dunia semakin tidak menentu," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

    Menurut Jokowi, masalah terbesar ekonomi Indonesia saat ini adalah defisit transaksi berjalan yang sudah lama tidak dibenahi. Sebabnya, kata dia, pemerintah akan fokus mengatasinya. "Kami akan fokus di sana, termasuk terutama juga di neraca perdagangan," ujarnya.

    Selain itu, Jokowi menuturkan masalah lainnya adalah keseimbangan primer. Pemerintah menargetkan bisa menyelesaikannya dalam kurun setahun ke depan.

    Jokowi meminta Kadin pusat atau daerah bisa sama-sama membantu pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi. "Masih banyak sekali peluang-peluang untuk perbaikan-perbaikan yang bisa kita lakukan," tuturnya.

    Dalam pertemuan ini, hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani beserta 25 anggotanya. Menurut Rosan, yang hadir dalam pertemuan ini adalah para pengusaha muda penerus para konglomerat senior.

    "Jadi yang hadir ini generasi keduanya," ucap Rosan sesaat sebelum pertemuan dengan Jokowi. (*)

    Lihat juga video: Alasan Rex Marindo Warunk Upnormal Boyong Mesin Coffee Roaster di Kafe



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.