Kapten Mulyono Jadi Nama Baru Bandara Kuala Pembuang, Siapa Dia?

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Landasan pacu Bandara Kuala Pembuang akan diperpanjang pada 2019. Antaranews.com.

    Landasan pacu Bandara Kuala Pembuang akan diperpanjang pada 2019. Antaranews.com.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Kuala Pembuang yang berada di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, secara resmi berganti nama menjadi Bandara Kapten Mulyono.

    Baca juga: 2019, Bandara Kuala Pembuang Bisa Didarati Pesawat ATR-72

    Bupati Seruyan Sudarsono mengatakan pergantian nama bandara ini dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan dengan tokoh masyarakat dan pejabat.

    "Penggunaan nama Kapten Mulyono sebagai nama bandara di Seruyan merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan untuk mengenang jasa pahlawan yang berjuang melawan para penjajah," tutur Sudarsono di Kuala Pembuang, Selasa, 24 Juli 2018.

    Dalam catatan sejarah, Kapten Mulyono memegang peran strategis dalam revolusi fisik melawan pasukan Belanda pada 1947 di pedalaman Kalimantan, khususnya untuk wilayah hulu Sungai Seruyan.

    Baca juga: Terminal 2 Soetta Dikembangkan Menjadi Bandara Berbiaya Rendah

    Kapten Mulyono mendapat tugas khusus untuk merekrut pejuang di pedalaman Kalimantan dan mengomandoi pelatihan militer yang dipusatkan di Sepan Biha, Desa Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu, dengan kode pasukan M. N. 1001.

    "Jadi kami berharap nama Kapten Mulyono dapat lebih dikenal dan menjadi motivasi bagi masyarakat Seruyan agar berbuat yang terbaik bagi daerah dan bangsa ini, serta bandara sendiri menjadi lebih baik dan maju," kata Sudarsono.

    Sementara itu, salah satu ahli waris atau anak Kapten Mulyono, Satria Budiono, yang hadir dalam peresmian nama bandara tersebut mengaku bangga nama orang tuanya menjadi nama bandara di Seruyan.

    Baca juga: Pengembangan Bandara Banyuwangi, AP II Anggarkan Rp 300 Miliar

    "Kami atas nama keluarga sangat berterima kasih kepada Pemkab Seruyan dan tokoh masyarakat yang memutuskan nama orang tua kami menjadi nama bandara," katanya.

    Menurutnya sejarah perjuangan Kapten Mulyono di pedalaman Kalimantan melawan penjajah memang masih banyak yang belum terungkap dan tercatat dengan baik.

    "Namun dengan dengan dijadikannya sebagai nama bandara diharapkan sebagian cerita perjuangan beliau dapat menjadi inspirasi dan memberi semangat masyarakat untuk membangun daerah Seruyan jadi lebih baik," kata Satria.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.