Pengembangan Bandara Banyuwangi, AP II Anggarkan Rp 300 Miliar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia disambut siraman air menggunakan water cannon saat tiba di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 8 September 2017.  ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    Pesawat Garuda Indonesia disambut siraman air menggunakan water cannon saat tiba di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 8 September 2017. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Tangerang-PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan anggaran sebesar Rp 300 miliar untuk pengembangan Bandara Banyuwangi menjadi Low Cost Carrier Airport atau LCCA. "Investasi untuk mendorong lima pengembangan yang kini sedang dilakukan," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin melalui keterangan tertulis, Senin 23 Juli 2018.

    BACA: Gunung Agung Erupsi, Citilink Batalkan 2 Jadwal Relasi Banyuwangi

    Awaluddin mengatakan pengembangan Bandara Banyuwangi untuk mendukung program LCCA antara lain dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanan bandara. dapun pengembangan yang sedang dilakukan di Bandara Banyuwangi antara lain:
    penebalan Landasan (overlay runway) sehingga dapat mengakomodir pasawat tipe Boeing 737-8 NG , 737-9 ER dan Airbus 320. Selain itu perluasan tempat parkir pesawat (APRON) dari kapasitas sebelumnya 3 pesawat narrow body menjadi 9 pesawat.

    Landasan Bandara Banyuwangi juga diperlebar dan diperpanjang, lahan parkir di tambah serta menambah terminal penumpang.

    Menurut Awaluddin pengembangan Bandara Banyuwangi ini juga sebagai program dukungan AP II untuk event Annual Meeting IMF - World Bank yang akan diselengarakan di Nusa Dua Bali pada bulan Oktober 2018.

    Bandara Banyuwangi rencananya akan diusulkan pula menjadi bandara internasional menyusul permintaan dari beberapa maskapai untuk membuka rute internasional dari dan menuju Malaysia dan Australia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.