Masa Arus Balik, Stasiun Pasar Senen Masih Dipadati Pemudik

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon pemudik dengan berbagai tujuan memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah calon pemudik dengan berbagai tujuan memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski kini sudah masuk masa arus balik Lebaran 2018, nyatanya pada hari ini, Kamis, 21 Juni 2018, Stasiun Pasar Senen di Jakarta masih ramai oleh para pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman. 

    Para pemudik tersebut adalah warga yang belum sempat mudik karena kehabisan tiket kereta api sebelum Lebaran. Seperti Sulis, pemudik yang mengatakan bahwa ia dan anaknya baru akan mudik ke Madiun, Jawa Timur. "Saya belum mudik, kehabisan tiket (kereta api)," kata Sulis.

    Baca jugaH+3 Lebaran 2018, Arus Balik di Stasiun Pasar Senen 14.298 Orang

    Namun demikian, ia dan anaknya yang telah datang ke Stasiun Pasar Senen pada Kamis ini belum juga mengantongi tiket. Ia masih mengantre di loket sambil berharap adanya pembatalan tiket dari calon penumpang lainnya.

    Sementara itu, pemudik lain bernama  Gibran yang datang ke Stasiun Pasar Senen bersama istrinya mengatakan telah mengantongi tiket menuju kampungnya di Yogyakarta. "Baru bisa mudik hari ini. Karena susah sekali dapat tiket sebelum Lebaran," kata Gibran.

    Baca jugaH-2, 24 Ribu Orang Berangkat Mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen

    Tiket kereta api dengan jurusan ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur untuk hari Kamis, 21 Juni 2018, hanya sedikit yang masih tersedia. Bahkan untuk beberapa jurusan sudah habis terjual.

    Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo mengatakan Stasiun Pasar Senen diprediksi akan terus dipadati pemudik hingga Senin, 25 Juni 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara