Selasa, 22 Mei 2018

Bulog Prediksi Beras Impor Tiba Hingga Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari, menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak mendistribusikan beras impor dari Vietnam dan Thailand untuk menurunkan harga beras yang melambung

    Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari, menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak mendistribusikan beras impor dari Vietnam dan Thailand untuk menurunkan harga beras yang melambung

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pengadaan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Andrianto Wahyu Adi mengatakan kedatangan kapal dari Thailand dan Vietnam, yang membawa beras impor, diperkirakan akan berlangsung hingga pekan depan. "Estimation time of arrival (ETA) bisa berubah-ubah," katanya, Rabu, 14 Februari 2018.

    Andrianto menuturkan, hingga kini, sudah 57 ribu ton beras impor yang tiba di Indonesia. Beras tersebut semuanya berasal dari Vietnam yang diangkut dua perusahaan eksportir beras dari negara tersebut, yakni Vinafood I dan Vinafood II.

    Baca juga: Beras Impor Sudah Datang, Masih Disimpan di Gudang

    Beras tersebut tiba di Pelabuhan Tenau, Kupang, sebanyak 10 ribu ton, 6.000 ton dari Pelabuhan Merak, Banten, serta 41 ribu ton berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta.

    Menurut Andrianto, dari total itu, beras lebih dulu tiba dan bongkar di Pelabuhan Tenau. Adapun kapal di Tanjung Priok lebih dulu harus mengantre untuk dapat bersandar dan bongkar. Kapal di Pelabuhan Merak, kata dia, juga sudah bersandar dan sedang dalam proses bongkar meskipun sebelumnya sempat terkendala dalam kelengkapan dokumen eksportir, yang tiba terlambat. “(Kamis) beras impor mulai masuk ke gudang di Sunter,” ujarnya.

    Sebelumnya, Bulog sempat mengestimasi waktu kedatangan kapal pengangkut beras impor pada 11, 12, 13, 15, 17, 20 dan 22 Februari. Sejumlah jadwal sesuai dengan yang diperkirakan, tapi ada pula yang meleset akibat mengalami sejumlah kendala di lapangan.

    Baca juga: 51 Ribu Ton Beras Impor dari Vietnam Diperkirakan Tiba Hari Ini

    Andrianto memaparkan, kapal biasanya akan tertahan di pelabuhan karena mengurus berbagai dokumen, seperti dokumen serah-terima barang, biaya sandar, terminal handling atau proses bongkar, dokumen bea cukai, hingga karantina dan fumigasi.

    Selain itu, kendala di lapangan dapat terjadi akibat cuaca. Pasalnya, proses bongkar beras akan terhenti bila sedang hujan karena beras diangkut dengan kapal bulk, bukan container. Belum lagi jika gelombang besar, perjalanan kapal akan melambat hingga tidak berani berangkat.

    Pada Kamis esok, 15 Februari 2018, diperkirakan sejumlah kapal pengangkut beras impor dari Vietnam dan Thailand akan kembali tiba di pelabuhan yang berbeda. Beras impor akan tiba di Pelabuhan Panjang sebanyak 20 ribu ton, Pelabuhan Benoa 4.750 ton, dan Pelabuhan Tanjung Perak 20 ribu ton. Kapal yang akan tiba di Tanjung Perak berasal dari Thailand, selebihnya dari Vietnam.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.