Serikat Tani Nasional Tolak Impor Beras

Reporter

Editor

Martha Warta

Ilustrasi beras. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perdagangan menyatakan akan melakukan impor beras 500 ribu ton jenis khusus. Impor tersebut akan dilakukan pada akhir Januari 2018 guna memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengambil tindakan tersebut setelah operasi pasar beras dirasa tidak mampu mempengaruhi turunnya harga beras.

Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN) Ahmad Rifai menilai langkah yang diambil Enggar tidak wajar. Sebab, pada Februari mendatang akan masuk masa panen raya. “Ini tidak wajar. Akhir bulan ini dan bulan depan adalah masa-masa puncak panen raya padi di hampir seluruh daerah,” ujar Rifai, dalam keterangan tertulis, pada Jumat, 12 Januari 2018.

Baca: Harga Beras di Cipinang Lebih Mahal dari HET 

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyampaikan pada Januari akan ada 300 ribu ton gabah dan pada Februari ada panen dengan jumlah produksi 4,9 juta ton gabah kering giling.

Menurut Rifai, kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah saat ini akan merugikan petani. Ia menuturkan datangnya impor akan menekan harga jual gabah petani yang akan segera melakukan panen. “Impor beras itu akan menekan harga gabah petani. Sebentar lagi masa panen, petani yang rugi,” katanya.

Rifai menganggap keputusan Enggartiasto melakukan impor beras tidak berdasar dan tidak sesuai dengan kondisi obyektif di lapangan.

Kementerian Pertanian, pada awal 2018, menyatakan stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) aman. Rifai menuding tidak ada koordinasi yang baik antarlembaga/kementerian yang menangani persoalan pangan di tubuh pemerintahan. “Antarlembaga negara tidak ada koordinasi dengan baik tentang data-data ketersediaan beras, Mentan, Mendag, dan Bulog.”

Rifai mencurigai ada indikasi permainan kartel pangan yang sengaja mencari untung dengan memainkan harga beras di pasaran. 

Keributan ihwal harga beras, menurut Rifai, merupakan dampak dari liberalisasi pangan yang diterapkan pemerintah. Dia menyebut harga pangan seharusnya dikendalikan negara, dalam hal ini pemerintah.

“Ini konsekuensi liberalisasi pangan yang dilakukan pemerintah hari ini. Harga pangan diserahkan kepada mekanisme pasar. Seharusnya pemerintah yang mengendalikan harga beras. Tata niaga pangan harus diserahkan kepada Bulog,” ucap Rifai.






Jokowi Kesal Kekayaan Aspal di Buton Melimpah, tapi Malah Impor 5 Juta Ton per Tahun

23 jam lalu

Jokowi Kesal Kekayaan Aspal di Buton Melimpah, tapi Malah Impor 5 Juta Ton per Tahun

"Di sini (Buton) produksi malah tidak dijalankan, impor (aspal) terus," kata Jokowi dalam tayangan yang disiarkan Sekretariat Presiden.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

Indef memperkirakan jika ancaman resesi global tahun 2023 sektor industri yang akan luar biasa tertekan adalah yang bahan bakunya dari luar negeri.


Lagi, Polisi Gandeng Mahasiswa Bagi Bantuan Beras, Ringankan setelah Harga BBM Naik

1 hari lalu

Lagi, Polisi Gandeng Mahasiswa Bagi Bantuan Beras, Ringankan setelah Harga BBM Naik

Polsek Tanjung Duren membagikan bantuan beras kepada puluhan pengemudi bajaj yang ada di kawasan Jalan Kusuma I Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan.


1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

1 hari lalu

1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

Ombudsman akan menerjunkan tim untuk sidak.


Produk Impor Berizin Ditahan Badan Karantina, Ombudsman: Kerugian Rp 3,2 Miliar

2 hari lalu

Produk Impor Berizin Ditahan Badan Karantina, Ombudsman: Kerugian Rp 3,2 Miliar

Ombudsman RI mencatat kerugian yang dialami importir produk hortikultura akibat Badan Karantina yang menahan produk impor sejak 4 September 2022.


Harga Beras Naik, Zulkifli Hasan: Lebih Bagus Sekarang Dibanding Zaman Soeharto

2 hari lalu

Harga Beras Naik, Zulkifli Hasan: Lebih Bagus Sekarang Dibanding Zaman Soeharto

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengklaim kenaikan harga beras hanya sebesar 0,9 persen selama 100 hari masa kerjanya.


Kemendag Musnahkan 15 Jenis Barang Impor Ilegal Senilai Rp 11 Miliar

3 hari lalu

Kemendag Musnahkan 15 Jenis Barang Impor Ilegal Senilai Rp 11 Miliar

Kemendag memusnahkan belasan jenis barang impor ilegal yang kedapatan dilakukan di kawasan pergudangan Jaya Park, Sidoarjo, Jawa Timur.


PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

4 hari lalu

PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

PT Food Station Tjipinang Jaya sebelumnya telah bekerja sama dengan Al Raqeeb Universal Group untuk mengekspor beras merek Yasamin


Pedagang Beras Mengeluh Kenaikan Harga BBM Bikin Pendapatan Menyusut

5 hari lalu

Pedagang Beras Mengeluh Kenaikan Harga BBM Bikin Pendapatan Menyusut

Harga beras naik Rp 1.000-2.000 per kilogram karena melejitnya harga BBM.


1,4 Juta Kilogram Hortikultura Impor Tertahan, Ombudsman: Kementan Izinkan Dilepas dengan Syarat

5 hari lalu

1,4 Juta Kilogram Hortikultura Impor Tertahan, Ombudsman: Kementan Izinkan Dilepas dengan Syarat

Ombudsman RI mengaku telah menerima respons dari Kementan soal penahanan 1,4 juta kilogram produk impor hortikultura di tiga pelabuhan.