Gunung Agung Meletus, Berpengaruh Pada Pergerakan Rupiah

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar,  Bali, Senin pagi, 27 November 2017.  Bandara ditutup dan penerbangan ditunda akibat Gunung Agung erupsi. dok Angkasa Pura I

    Suasana di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin pagi, 27 November 2017. Bandara ditutup dan penerbangan ditunda akibat Gunung Agung erupsi. dok Angkasa Pura I

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Securitas Nafan Aji mengatakan erupsi Gunung Agung menjadi sentimen terhadap laju nilai tukar rupiah. "Berpengaruh, tapi tidak begitu signifikan," kata Nafan saat dihubungi Tempo, Senin, 27 November 2017.

    Menurut Nafan meletusnya Gunung Agung menjadi sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah. Ia menyarankan agar mewaspadai sentimen yang ada. "Yang penting perhatikan sentimen yang ada (seperti Gunung Agung meletus)," ujar Nafan Aji.

    Dalam pantauan Tempo di Bloomberg kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada Rp 13.519, melemah dari pembukaan awal yang sebesar Rp 13.508.

    Rupiah bergerak di kisaran 13.507 tertinggi hingga terendah 13.521 pada Senin, 27 November 2017 pukul 11.10 WIB.

    Baca: Gunung Agung Meletus, Begini Reaksi Menteri Arief Yahya 

    Nafan Aji memperkirakan rupiah akan menguat hari ini. "Range rupiah hari ini adalah 13.450 hingga 13.575," kata Nafan Aji.

    Nafan menilai hal tersebut lantaran disebabkan oleh depresiasi Dolar Amerika Serikat terhadap berbagai instrumen mata uang lainnya.

    "Adapun data ekonomi manufaktur PMI (Purchasing Manager's Index), maupun jasa PMI AS menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi dari para pelaku pasar," ujar Nafan Aji.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.