Begini Kritik Susi terhadap Proyek Reklamasi Teluk Kendari

Reporter

Editor

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Kendari - Menteri Perikanan dan Kelautan RI Susi Pudjiastuti mengkritik proyek reklamasi di kawasan Teluk Kendari. Proyek reklamasi Teluk kendari itu dinilai hanya akan menghancurkan teluk yang semula merupakan kawasan yang indah bakal berubah menjadi daratan.

"Suatu saat Teluk Kendari sudah tidak indah, tetapi hitam dan berbau. Nanti bagaimana ikan-ikan tidak masuk lagi sampai ke dalam. Barangkali ini yang harus dijaga," ujar Menteri Susi saat menjadi pembicara dalam 1st International Seminar on Sustainability in The Marine Fisheries Sector (ISSMFS) 2017 di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sabtu 16 September 2017.

Baca: Menteri Susi: Reklamasi Harus Sesuai Arahan Presiden Jokowi

Proyek reklamasi itu dalam rangka pembangunan tambat labuh Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pembangunan tambat berlabuh yang sedang dikerjakan Walikota Asrun ini disebut-sebut akan membuat teluk kendari menjadi sempit, sehingga sedimentasi juga makin tinggi dan akhirnya membuat pendangkalan  semakin cepat.

Proyek tambat labuh merupakan bagian dari program smart point. Proyek ini menelan anggaran Rp 66 miliar dan dimulai sejak tahun 2015.

Menteri Susi menyebut, visi menjadikan laut masa depan bangsa belum diimplementasikan di Kendari. Hal ini terlihat karena masih banyak yang menjadikan laut itu tempat pembuangan sampah. "Jangan sampai Teluk Kendari seperti Teluk Jakarta. Jakarta sudah hancur teluknya. Air lautnya sudah hitam, mau berenang saja harus satu jam ke tengah laut baru dapat air yang agak jernih," katanya.

Susi juga memberi saran kepada Plt Gubernur Sultra Saleh Lasata untuk membuat insentif kepada masyarakat agar memutar beranda rumahnya. Hal ini berarti halaman depannya menjadi laut, halaman belakangnya menjadi jalan raya.

Kalau ada masyarakat yang mau membangun seperti itu, kata Susi, pemerintah memberikan insentif. “Jadi akhirnya laut menjadi beranda di depan rumah kita. Kalau kita jadikan beranda rumah depan kita pun pasti akan jaga, karena kita tidak mau buang sampah di rumah depan," katanya.

ROSNIAWANTY FIKRI






Rencana Pembagian Rice Cooker Gratis, Susi Pudjiastuti: Tolong untuk Bangun Sekolah

18 jam lalu

Rencana Pembagian Rice Cooker Gratis, Susi Pudjiastuti: Tolong untuk Bangun Sekolah

Lewat cuitannya, Susi Pudjiastuti berpendapat dana itu bakal lebih baik jika digunakan untuk membangun 30 gedung sekolah.


Hari Ikan Nasional 2022, Bagaimana Asal-usul dan Arti Logonya?

10 hari lalu

Hari Ikan Nasional 2022, Bagaimana Asal-usul dan Arti Logonya?

Peringatan Hari Ikan Nasional setiap 21 Novemberi diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2014


Penggiat Sampah di Buleleng Mendapatkan Bantuan Sarpras dari KKP

18 hari lalu

Penggiat Sampah di Buleleng Mendapatkan Bantuan Sarpras dari KKP

Bantuan diharapkan dapat menjadi stimulan bagi kelompok dan masyarakat sekitar agar dapat menggerakkan dinamika perekonomian yang berbasis pada kebutuhan masyarakat


FPIK Unpad Punya Gudang Beku Portabel Hibah dari Kementerian Kelautan

20 hari lalu

FPIK Unpad Punya Gudang Beku Portabel Hibah dari Kementerian Kelautan

Hibah ini merupakan program pertama yang diberikan KKP untuk perguruan tinggi salah satunya Unpad.


Laguna di Raja Ampat Diakui Secara Ilmiah Surga bagi Pari Manta

25 hari lalu

Laguna di Raja Ampat Diakui Secara Ilmiah Surga bagi Pari Manta

Raja Ampat menjadi yang pertama dan satu-satunya di dunia yang melaporkan pertumbuhan dan perkembangan populasi ikan pari manta dengan cepat dan baik.


Perkara Impor Garam, Penyidik Kejagung Geledah dan Sita Dokumen dari Pabrik di Cilegon dan Surabaya

39 hari lalu

Perkara Impor Garam, Penyidik Kejagung Geledah dan Sita Dokumen dari Pabrik di Cilegon dan Surabaya

Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap dokumen dan sampel garam pada 3 lokasi dalam perkara dugaan korupsi impor garam.


Presiden Jokowi Ajak Nelayan Dukung Gernas Bulan Cinta Laut KKP

40 hari lalu

Presiden Jokowi Ajak Nelayan Dukung Gernas Bulan Cinta Laut KKP

Gernas BCL dilaksanakan dengan menerapkan mekanisme ekonomi sirkular melalui pengumpulan sampah dan pembayaran kompensasi atau insentif.


Susi Pudjiastuti Beri Sinyal Merapat ke Golkar, Airlangga: Nanti pada Waktunya

42 hari lalu

Susi Pudjiastuti Beri Sinyal Merapat ke Golkar, Airlangga: Nanti pada Waktunya

Susi Pudjiastuti, mengunggah foto bersama Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di akun twitternya


Harapan Nelayan Perempuan di Kepulauan Aru Dapat Pengakuan dan Perlindungan

44 hari lalu

Harapan Nelayan Perempuan di Kepulauan Aru Dapat Pengakuan dan Perlindungan

Nelayan perempuan di Kepuluan Aru mencantumkan profesi di KTP ibu rumah tangga. Padahal jika di KTP ditulis nelayan, bisa membawa manfaat perlindungan


Susi Pudjiastuti Jalani Pemeriksaan Sebagai Saksi Kasus Korupsi Impor Garam di Kejaksaan Agung

54 hari lalu

Susi Pudjiastuti Jalani Pemeriksaan Sebagai Saksi Kasus Korupsi Impor Garam di Kejaksaan Agung

Susi Pudjiastuti diperiksa di Kejaksaan Agung hari ini terkait kasus impor garam. Ia diperiksa sebagi saksi untuk mengumpulkan barang bukti.