Harga Tembakau di Temanggung Naik Hampir 100 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani memetik daun tembakau di Desa Dampit, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2016. Petani terpaksa menimbun tembakau kering siap jual dalam sepekan ini karena belum ada bandar yang memborong pasca merebaknya isu akan naiknya harga rokok. Pemerintah belum mengambil kebijakan baru terkait kenaikan cukai rokok atau harga jual eceran. TEMPO/Prima Mulia

    Petani memetik daun tembakau di Desa Dampit, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2016. Petani terpaksa menimbun tembakau kering siap jual dalam sepekan ini karena belum ada bandar yang memborong pasca merebaknya isu akan naiknya harga rokok. Pemerintah belum mengambil kebijakan baru terkait kenaikan cukai rokok atau harga jual eceran. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Temanggung - Harga tembakau rajangan kering grade C di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, naik hampir 100 persen dibandingkan panen tahun lalu. Adapun, tembakau grade C pada masa panen tahun ini dibeli Rp 75 ribu per kilogram oleh pabrikan. Jauh lebih mahal dari tahun sebelumnya, Rp 40 ribu per kilogram.

    Kepala Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Subakir, menuturkan harga tahun lalu jatuh karena tidak ada tembakau berkualitas baik diakibatkan faktor cuaca yang sering hujan. Menurut dia, kualitas tembakau lebih baik dalam kondisi kering, sehingga sangat membantu dalam proses penjemurannya.

    "Mudah-mudahan cuaca seperti ini bertahan hingga panen tembakau selesai sehingga bisa muncul grade tembakau di atasnya yang tentu harganya akan lebih mahal," kata Subakir, seperti dikutip dari Antara, di Temanggung, Sabtu, 2 September 2017.

    Setali tiga uang, Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Setyawan mengatakan kualitas tembakau tahun ini memang lebih baik, karena faktor cuaca yang kering. Akibat keterpurukan panen tembakau tahun lalu, kata dia, luas lahan tembakau di Temanggung tahun ini turun sekitar 35 persen dari luas lahan tahun lalu sekitar 19 ribu hektare.

    ADVERTISEMENT

    "Pengurangan areal tanaman tembakau tahun ini terutama di daerah persawahan dan sebagian di areal tegalan ditanami cabai," ujarnya.

    Namun, ia melihat areal lahan tembakau akan bertambah tahun depan karena hasil panennya cukup bagus tahun ini. "Panen tembakau di kawasan Gunung Prahu telah dimulai sejak akhir Juli 2017 dan saat ini panen sudah mencapai 50 persen."

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.