Luhut: Proyek Reklamasi Tak Akan Dihentikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi proyek reklamasi Teluk Jakarta saat Komisi IV DPR meninjau Pulau D, Jumat, 24 Maret 2017. Tempo/Arkhelaus W.

    Kondisi proyek reklamasi Teluk Jakarta saat Komisi IV DPR meninjau Pulau D, Jumat, 24 Maret 2017. Tempo/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah tak akan menghentikan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Alasannya berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), penurunan muka tanah yang terjadi di Jakarta tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya.  "Ternyata lebih cepat dari yang diperkirakan," katanya di Kantor Kemenko Kemaritiman, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Mei 2017.

    Baca: Luhut Minta Penolak Reklamasi Teluk Jakarta Tidak Emosional

    Menurut Luhut, apabila pemanasan global benar terjadi, maka kondisi itu bakal menjadi lebih parah lagi. Aliran sungai sekarang sudah tidak bisa lagi mengandalkan gravitasi ke laut. Pada akhirnya nanti diperlukan pemompaan dari sungai ke laut.

    Luhut menambahkan mau tidak mau proyek reklamasi mesti dilanjutkan karena masalah banjir rob ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hingga kini, pemerintah masih melakukan kajian yang akan diumumkannya sehabis hari raya Idul Fitri.

    Dia meminta agar para pemerhati tidak hanya berbicara di media saja, melainkan datang ke kantor Kemenko Maritim untuk berdiskusi. "Akan kami beri karpet merah."

    Apabila pemerintah memang ada kekurangan, kata Luhut, dia akan dengan lapang dada memperbaiki kesalahan yang ditudingkan. "Misalnya apabila secara teknis Pulau G perlu dipotong, ya nanti diperbaiki," ujarnya.

    Baca: Menteri Luhut Berkeras Lanjutkan Reklamasi, Ini Kata Sandiaga

    Luhut mengaku heran pada tudingan negatif yang ditujukan kepada pemerintah. "sekarang kalau mau ribut-ribut, pelabuhan kan juga reklamasi, apa mau dibongkar juga?" 

    CAESAR AKBAR|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.