Ramadhan & Lebaran, Konsumsi CPO Domestik Naik 10 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pekerja PT. Perkebunan Nusantara XIII menyortir kelapa sawit yang baru dipanen di Lorong Pinang, Paser, Kaltim (28/9). Pengolahan kelapa sawit ini mampu memproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 60 ton per-jam. TEMPO/Ayu Ambong

    Dua pekerja PT. Perkebunan Nusantara XIII menyortir kelapa sawit yang baru dipanen di Lorong Pinang, Paser, Kaltim (28/9). Pengolahan kelapa sawit ini mampu memproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 60 ton per-jam. TEMPO/Ayu Ambong

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi crude palm oil (CPO) domestik diperkirakan meningkat 10 persen pada Ramadan dan Lebaran 2017.

    Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan kebutuhan domestik biasanya meningkat 10 persen pada Ramadan dan Lebaran.

    “Saat ini kebutuhan dalam negeri sekitar 9 juta ton per tahun, 6 juta ton untuk food dan industry dan 3 juta untuk biodiesel,” kata Eddy kepada bisnis.com, Selasa, 23 Mei 2017.

    Dia menjelaskan untuk tahun ini produksi minyak sawit di dalam negeri dapat menembus 35 juta ton. Pada Maret 2017, GAPKI mencatat adanya kenaikan produksi sebesar 10 persen dari produksi bulan sebelumya 2,6 juta ton menjadi 2,9 juta ton.

    Sekretariat Jenderal Gapki Togar Sitanggang menjelaskan penggunaan dari produksi minyak sawit Indonesia untuk konsumsi domestik sebesar 30 persen.

    “Dari produksi 35 juta ton, domestik cuma pakai 30 persen. Itu jumlah maksimal,” jelas Togar.

    GAPKI mencatat keseluruhan konsumsi domestik CPO pada 2016 yakni 11,06 juta ton. Pada kuartal I 2017, jumlah konsumsi CPO domestik sebanyak 2,73 juta ton.

    Sementara itu, stok minyak sawit Indonesia menciut dari 27 persen pada Februari 2017 menjadi 1,4 juta ton di Maret 2017. Tingginya ekspor yang belum sejalan dengan peningkatan produksi dinilai oleh GAPKI menjadi penyebab hal tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.