Jaga Stok, Bulog Ajukan Impor Daging Kerbau India  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging kerbau. shutterstock.com

    Ilustrasi daging kerbau. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Bulog tengah mengajukan izin impor baru daging kerbau asal India dengan kuota 51.728 ton. Kuota impor ini untuk menjaga stok daging di gudang Bulog hingga akhir tahun.

    Stok daging di gudang Bulog per April 2017 sebanyak 39.500 ton. Angka ini sudah termasuk impor 6.800 ton yang tiba pada akhir Maret. Stok di gudang Bulog dinilai aman untuk menghadapi bulan puasa dan Lebaran dua bulan mendatang.

    "Ini sekarang dalam proses impor bertahap. Kuota 51.728 ton sampai akhir Desember," tutur Direktur Komersial Bulog Febriyanto. 

    Pengajuan impor tersebut masuk perencanaan kebutuhan hingga akhir tahun dalam rangka persiapan Ramadan, Idul Fitri, Natal, dan tahun baru. Impor akan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan di pelabuhan. "Katakanlah Mei akan masuk 5.000 ton dan seterusnya sampai akhir Desember sesuai dengan realisasi penjualan," ucap Febriyanto.

    Lihat
    Awasi Laut, Menteri Susi Gunakan Satelit Inggris Senilai Rp 133 M
    Gandeng DIMO, Perusahaan Yusuf Mansyur Kembangkan Fintech
    PLN Siapkan Belanja Modal Rp 120 T untuk Pembangkit dan Transmisi
    OJK Rilis Aturan tentang Bank Perantara Antisipasi Krisis

    Dengan demikian, kata dia, pengajuan ini tidak serta-merta akan terealisasi seluruhnya. Realisasi impor sangat bergantung pada realisasi penjualan Bulog.

    Mengutip data BPS 2017, Febri menyebut produksi daging sapi nasional sebanyak 468.369 ton, sedangkan konsumsi nasional 729.911 ton. Sehingga ada selisih 261.542 ton. Adapun konsumsi daging di Jabodetabek Banten 2016 sebesar 51.450 ton, sedangkan produksinya 20.166 ton.

    "Jabodetabek Banten sebenarnya adalah daerah konsumen. Suplai masih banyak dari Lampung untuk Jabodetabek," tutur Febriyanto.

    Selain memiliki stok daging kerbau sebanyak 39.500 ton, Bulog masih memiliki stok daging sapi sebanyak 304 ton. Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyampaikan pergerakan daging sapi dan kerbau sekitar 5.000 ton per bulan.

    Jika memperhitungkan kebutuhan meningkat dua kali lipat pada bulan puasa dan Lebaran, kebutuhan daging di hari besar sekitar 10 ribu ton per bulan. “Jadi masih cukup siap,” katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.