Dongkrak Penggunaan E-Cash Money, Bank Mandiri Gandeng Line

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengguna Gelang E-Money melakukan transaksi di Mandiri Karnaval Nusantara di Kawasan Senayan, Jakarta, (26/05). Gelang e-money ini dapat dugunakan untuk melakukan transaksi seperti bayar tol, isi bensin, tiket busway, dan merchant ritel mandiri e-Money lainnya. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang pengguna Gelang E-Money melakukan transaksi di Mandiri Karnaval Nusantara di Kawasan Senayan, Jakarta, (26/05). Gelang e-money ini dapat dugunakan untuk melakukan transaksi seperti bayar tol, isi bensin, tiket busway, dan merchant ritel mandiri e-Money lainnya. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Surabaya - Bank Mandiri akan meluncurkan produk e-cash money, bekerja sama dengan pengelola aplikasi perpesanan Line. Dengan memanfaatkan jaringan perpesanan itu, pengguna aplikasi Line bisa mengirimkan uang dengan lebih mudah dan cepat. Pengiriman bisa dilakukan melalui telepon pintar ke telepon pintar lainnya dan diuangkan tanpa melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Pengiriman uang pun bisa dilakukan kepada orang yang bukan nasabah Bank Mandiri.

    “Kami sudah mendapatkan izinnya dari Bank Indonesia,” kata Direktur Perseroan Rico Usthavia Frans, di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 21 Oktober 2016. Menurut dia, produk layanan ini akan segera diluncurkan sebelum akhir 2016.

    Bank Mandiri memilih aplikasi perpesanan Line lantaran segmen pasarnya dinilai sama dengan e-cash money produk bank ini. “Penggunanya kelas A,” ujar Rico. Ia mencontohkan, Line banyak digunakan oleh kakek untuk menghubungi cucunya. Aplikasi perpesanan ini memang memungkinkan penggunanya untuk berbicara dengan menggunakan kamera. Sehingga, penggunanya tidak hanya bisa saling mendengar dan berbicara, tapi juga melihat.

    Menurut Rico, pengguna aplikasi perpesanan di Indonesia sebanyak 120 juta orang. Sebanyak 48 persen menggunakan Blackberry Messenger (BBM), 29 persen pengguna aplikasi WhatsApp, dan 25 persen menggunakan Line. Pengguna Line sebanyak 60 juta orang, namun, tidak semuanya aktif. Dari seluruh pengguna aplikasi Line, hanya 50 persen atau sekitar 30 juta di antaranya yang aktif.

    Bank Mandiri tidak memilih bekerja sama dengan pengguna BBM karena dinilai segmen pasarnya kelas C. WhatsApp juga tidak dipilih karena penggunanya adalah para profesional untuk keperluan kerja. Sedangkan Line banyak digunakan oleh kelas A. “Kami memanfaatkan jaringan peer to peer,” kata Senior Vice President Digital Banking and Financial Inclusion Bank Mandiri, Rahmat Broto Triaji.

    Dengan memilih Line, diharapkan uang akan lebih mudah dikirim. “Mengirim uang akan semudah mengirim emoticon,” ujar Rahmat. Uang kiriman pun akan mudah digunakan untuk berbelanja. Membeli pulsa, membeli listrik, atau berbelanja di toko nyaman.

    Rico menolak menyebutkan nilai investasi untuk produk ini. Begitu pun dengan targetnya. “Investasinya murah, kok,” ujarnya tanpa menyebut angka.

    Ia percaya, transaksi melalui aplikasi perpesanan ini akan aman bagi nasabahnya. “Mereka menjaga keamanan pengiriman teks sama ketatnya dengan pengiriman uang.”

    ENDRI KURNIAWATI | NIEKE INDRIETTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.