BKPM: Paket Keijakan Ekonomi Dongkrak Tiga Sektor Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Thomas Lembong mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 31 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Kepala BKPM Thomas Lembong mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 31 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menilai paket kebijakan ekonomi punya peranan penting dalam upaya meningkatkan arus perdagangan, pariwisata dan investasi ke Indonesia.

    Paparan mengenai paket kebijakan ekonomi itu disampaikan secara mendalam dalam Trade Tourism Invesment (TTI) Seminar di Jakarta, Kamis (13 Oktober 2016).

    Dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (13 Oktober 2016), Tom, sapaan Thomas, mengatakan paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan oleh pemerintah yang berkaitan dengan tiga aktifitas ekonomi utama tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangan positif terhadap upaya pencapaian pertumbuhan ekonomi 5,7 persen tahun 2017. 

    "Kami terus melakukan berbagai langkah aktif termasuk beberapa waktu lalu bekerja sama dengan Kepolisian RI terkait keamanan investasi," katanya.

    Forum TTI dinilai menjadi forum terintegrasi yang berperan strategis dalam penyebarluasan paket kebijakan ekonomi pemerintah.

    TTI Seminar sendiri dihadiri 600 peserta yang terdiri atas duta besar negara sahabat, pejabat pemerintah daerah terkait, asosiasi bisnis, pembeli, investor dan pengusaha potensial yang tertarik memiliki usaha di Indonesia.

    "Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, maka keterbukaan (openness) dan peningkatan daya saing (competitiveness) merupakan dua hal utama yang akan menjadi fokus dalam TTI Seminar ini. Bagaimana pelaku-pelaku sektor perdagangan dan pengunjung pariwisata yang ada bisa tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia," katanya.

    Kegiatan tersebut juga dioptimalkan dengan kehadiran investor serta calon investor potensial yang dibawa oleh kantor perwakilan di luar negeri, Indonesia Investment Promotion Center (IIPC). 

    "Harapannya dengan mendapatkan informasi tangan pertama dari pemangku kepentingan yang ada, calon investor potensial yang sudah tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia dapat segera merealisasikan investasinya," jelasnya.

    Berupaya untuk mengulang dari kesuksesan tahun sebelumnya, TTI Seminar juga dimanfaatkan untuk menggelar "one on one meeting" (pertemuan satu per satu) yang akan mempertemukan investor dan calon investor potensial dengan pemangku kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah. 

    "Kehadiran perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia dapat dimanfaatkan oleh investor yang ingin melakukan konsultasi terkait rencana investasi mereka," ujar Tom.

    Hingga kini investor dari Singapura, Australia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Afrika Selatan, dan Serbia telah melakukan konfirmasi untuk melakukan "one on one meeting" dengan beberapa pihak di Indonesia.

    Selain "one on one meeting", pada hari kedua TTI Seminar, peserta yang melakukan konfirmasi dapat melakukan kunjungan ke kawasan industri yang ada di sekitar Jakarta. 

    Berdasarkan data BKPM, pertumbuhan realisasi investasi Semester I 2016 mencapai 14,8 persen sebesar Rp298,1 triliun.

    Ada pun hingga kuartal ketiga tahun 2016, perkiraan angka realisasi investasi telah mencapai Rp445,5 triliun atau sekitar 75 persen dari target tahun 2016 sebesar Rp594,8 triliun. 

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.