Menteri Susi Rancang Perayaan Agustusan di Natuna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri KKP Susi Pudjiastuti menggelar konferensi pers terkait dengan penangkapan kapal asal Cina di perairan Natuna, pada 21 Juni 2016 di kantor Kementerian KKP, Jakarta Pusat. TEMPO/Diko

    Menteri KKP Susi Pudjiastuti menggelar konferensi pers terkait dengan penangkapan kapal asal Cina di perairan Natuna, pada 21 Juni 2016 di kantor Kementerian KKP, Jakarta Pusat. TEMPO/Diko

    TEMPO.COJakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan mengunjungi Natuna pada Jumat, 22 Juli 2016. Sejumlah agenda sudah disiapkan, salah satunya persiapan pembangunan rumah Andon di Natuna untuk para nelayan Pantai Utara Jawa yang dipindahkan ke Natuna.

    "Selain itu, akan ada persiapan peletakan batu pertama," kata Susi saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Senin, 18 Juli.

    Menurut Susi, sebanyak 400 kapal dipindahkan dari Pantura ke Natuna.  Ukuran kapal yang dipindahkan sekitar 70 GT, bahkan ada yang sampai 100 GT dan lebih dari 100 GT. Susi berjanji membawa perusahaan-perusahaan yang berniat membeli ikan di Natuna.

    Baca juga: Kapal Pencuri Ikan Bebas, Menteri Susi Ajukan Kasasi  

    Susi menambahkan, peletakan batu pertama adalah di rumah detensi untuk para tahanan kapal illegal fishing, misalnya. Di Natuna belum ada fasilitas semacam ini. Persiapan peletakan batu kedua untuk pembangunan Pusat Komando dan Pengendalian TNI AL (Puskodal), dan yang ketiga untuk pembangunan sentra perikanan terpadu di Natuna. 

    Tempat pelelangan ikan juga akan dibangun memakai anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2016 dengan biaya sebesar Rp 60 miliar. Susi berencana pun merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Natuna. 

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.