PGN Bangun 24 Ribu Jargas di Surabaya Senilai Rp285,2 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani sejumlah antrean Bajaj dan angkutan umum untuk mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Gas (SPBG) milik Perusahaan Gas Negara (PGN) dikawsan Monas, Jakarta, 20 Oktober 2015. TEMPO/Amston Probel

    Petugas melayani sejumlah antrean Bajaj dan angkutan umum untuk mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Gas (SPBG) milik Perusahaan Gas Negara (PGN) dikawsan Monas, Jakarta, 20 Oktober 2015. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mulai membangun jaringan gas (jargas) untuk 24.000 sambungan rumah tangga di Kota Surabaya, Jawa Timur dengan nilai investasi Rp285,2 miliar.

    Dirut PGN Hendi Prio Santoso saat peresmian pembangunan jaringan gas rumah tangga tersebut oleh Menteri ESDM Sudirman Said di Surabaya, Senin (2 Mei 2016) mengatakan, pembangunan jargas sejalan dengan program Surabaya sebagai Kota Hijau (Green City).

    "PGN mendapatkan kepercayaan Kementerian ESDM membangun 24.000 sambungan gas bumi rumah tangga di Kota Surabaya," ujarnya.

    Hadir dalam peresmian antara lain Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

    Menurut Hendi, sambungan 24 ribu terbagi dalam tiga klaster yakni Surabaya bagian timur meliputi empat kelurahan untuk 7.514 sambungan rumah tangga, Surabaya bagian tengah dengan lima kelurahan sebanyak 8.763 sambungan, dan Surabaya selatan dengan empat kelurahan sebanyak 7.721 sambungan.

    Pipa yang akan dibangun kontraktor pelaksana PT Hutama Karya (Persero) itu sepanjang 167 km dengan diameter pipa polietilen ukuran 63 mm dan 180 mm.

    Target pembangunan per hari adalah pemasangan pipa sepanjang satu km dan meteran di 150 alamat rumah.

    Progres sampai saat ini sudah terverifikasi 60 persen alamat dan kemauan berlangganan gas bumi dari total 24 ribu sambungan.

    "Kami mengharapkan dukungan Ibu Wali Kota dan masyarakat Kota Surabaya untuk mengalirnya energi baik gas bumi ini," katanya.

    Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, pemanfaatan gas bumi PGN di Kampung Lontong, Rungkut telah memberikan penghematan hingga 50 persen.

    "Kami berterima kasih sejak adanya gas, warga Kampung Lontong bisa menghemat Rp2-3 juta per bulan. Mereka juga bisa memperbaiki rumahnya," katanya.

    Di Surabaya, PGN melayani 14.955 pelanggan gas rumah tangga, 142 usaha kecil menengah (UKM), 192 pelanggan komersial seperti rumah sakit, restoran, hotel, dan mal, serta 163 industri.

    Sementara, secara nasional, PGN telah menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.400 rumah tangga, 1.879 usaha komersial seperti mal, hotel, rumah sakit, dan 1.576 industri besar dan pembangkit listrik.

    Pemerintah menugaskan PGN membangun 43.000 sambungan gas bumi rumah tangga dari dana APBN 2016.

    Selain di Surabaya sebanyak 24.000 sambungan, penugasan kepada PGN juga mencakup Batam sebanyak 4.000 sambungan, dan Tarakan 21.000 sambungan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.