Terowongan MRT Senayan-Setiabudi Selesai Awal 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintas di  pembangunan MRT di Jakarta, 17 Maret 2016. Dalam pemaparan kontraktor, pembuatan terowongan sudah sampai antara stasiun Senayan dan Istora. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja melintas di pembangunan MRT di Jakarta, 17 Maret 2016. Dalam pemaparan kontraktor, pembuatan terowongan sudah sampai antara stasiun Senayan dan Istora. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Proyek MRT Jakarta Osako Kazuya mengatakan pembangunan terowongan pada proyek angkutan massal cepat ("mass rapid transit"/MRT) dari Senayan menuju Setiabudi dijadwalkan selesai pada awal 2017.

    "Terowongan sampai Istora Senayan pertengahan bulan depan dan sampai Setiabudi rencananya awal tahun depan," katanya saat memaparkan proyek MRT di lokasi pembangunan terowongan di Senayan, Jakarta, Kamis, (17 Maret 2016)

    Dia mengatakan pihaknya membangun dua terowongan saat ini untuk Jalan Jenderal Sudirman sampai Thamrin, yakni terowongan untuk kereta berangkat dan kembali, yang masing-masing berdiameter 6,5 meter.

    Untuk pengeboran pertama telah dilakukan sejak Agustus 2015. Saat ini, terowongan sedang dibor dari Senayan mengarah ke Istora Senayan.

    Pihaknya menargetkan pengeboran untuk membuat terowongan dari Senayan sampai Istora Senayan akan selesai pada pertengahan bulan depan dan kemudian dilanjutkan menuju Setiabudi.

    Dia mengatakan alat pengebor berasal dari Jepang, yang berputar 360 derajat per menit.

    Pengebor itu beroperasi selama 24 jam dalam satu hari yang bisa menggali hingga 10 meter.

    "Dengan memanfaatkan pengeboran ini kita bisa menghindari kemacetan di atas jalanan. Karena semua dilakukan di bawah tanah sehingga pembangunan di atas jalan tidak diperlukan," ujarnya.

    Sementara, pengeboran kedua telah sampai ke bagian bawah tanah pada proyek stasiun Senayan kemudian akan dilanjutkan dari Senayan ke Istora Senayan.

    Dia mengatakan risiko utama banjir adalah masuknya air dari pintu masuk dan keluar stasiun, bukan dari dinding stasiun atau terowongan. Untuk itu, pintu stasiun dibangun lebih tinggi dari tanah di sekelilingnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?