Era Internet dan MEA Jadi Tantangan Khusus Bisnis Perhotelan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hotel mewah Sheraton Huzhou Hot Spring Resort, terkenal dengan bentuk uniknya yang mirip donat raksasa di tepi danau Taihu, Cina. Hotel yang terdiri dari 27 lantai ini menawarkan tempat menginap eksklusif bagi kalangan pebisnis di Cina. Dailymail.co.uk

    Hotel mewah Sheraton Huzhou Hot Spring Resort, terkenal dengan bentuk uniknya yang mirip donat raksasa di tepi danau Taihu, Cina. Hotel yang terdiri dari 27 lantai ini menawarkan tempat menginap eksklusif bagi kalangan pebisnis di Cina. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren Internet of Things (IoT) dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diakui telah menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis hotel yang dituntut harus mengikuti perkembangan jaman dan tren masa kini.

    Yonto Wongso, CEO Topotels Hotel & Resort, mengemukakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi khusus untuk menghadapi tren IoT dan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sedang populer saat ini. Menurutnya, salah satu upaya yang akan dilakukannya adalah dengan mengikuti tren tersebut termasuk melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri.

    “Kami sudah melakukan ekspansi ke Myanmar. Di sana akan ada dua hotel nantinya dikelola, tapi saat ini dua hotel kami disana masih dalam proses tahap pembangunan,” tuturnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26 Februari 2016).

    Berkaitan dengan itu, Yonto menjelaskan Topotels Hotel & Resort juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Top Hospitality Management Company yang akan menjadi mitra bisnisnya di Myanmar.

    Menurutnya, hingga saat ini Topotels telah mengelola 15 hotel dan tiga di antaranya akan dibuka tahun ini. “Lokasinya nanti akan tersebar di beberapa wilayah seperti di Jakarta, Bekasi, Bandung, Bali, Lombok, dan Medan,” tukasnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.