Baru Dilantik, Ini Kata Agus Susanto Soal Gaji Direktur BPJS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS  akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Agus Susanto kaget saat ditanya tentang gajinya yang di atas Rp 100 juta. "Saya malah terkejut itu. Terus terang saya belum tahu besarannya seperti apa," kata Agus di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 23 Februari 2016.

    Agus yang sebelumnya bekerja sebagai bankir di CIMB Niaga mengatakan dia akan mengkaji ulang besaran gaji yang pas bagi jajaran direksi. Ia enggan menilai apakah gaji direksi saat ini dianggap terlalu besar atau kecil. "Kami akan kaji bersama-sama," katanya.

    Tahun lalu wacana kenaikan gaji Direktur BPJS dari sebelumnya sebesar Rp 120 juta per bulan menjadi Rp 530 juta sempat menuai protes. Wacana itu muncul saat pemerintah tengah membuka seleksi calon direksi dan calon Dewan Pengawas BPJS. Namun kabar kenaikan gaji itu langsung dibantah Dirut BPJS sebelumnya, Elvyn G. Masassya. Menurut dia, gaji direksi BPJS masih sama dengan direksi PT Jamsostek.

    Usai dilantik Presiden Joko Widodo, Agus menjelaskan dirinya sudah bergelut selama 25 tahun di perbankan dan pasar modal. Sebelum resmi menjabat Direktur Utama BPJS, Agus diberi kepercayaan sebagai Senior Vice President Bank CIMB Niaga. Pria berusia 52 tahun itu juga pernah berpartisipasi aktif bersama Self-Regulatory Organization (organisasi regulator mandiri) dan regulator pasar modal seperti Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

    Langkah pertama yang akan dilakukan jajaran direksi baru, Agus menambahkan, ialah melihat peta jalan program BPJS. Selain meneruskan program yang sudah ada, ia berharap di masa mendatang BPJS mesti bisa lebih inovatif. "Manfaatnya tidak hanya buat peserta tapi juga pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

    Dengan pengalamannya sebagai bankir dan mengerti tentang pasar modal, Agus ingin mengoptimalkan imbal hasil yang maksimal bagi BPJS Ketenagakerjaan. Sebagai langkah awal ia akan mempelajari komposisi dari portofolio efek. BPJS bisa memaksimalkan kapasitas portofolio yang dimiliki untuk mendorong penciptaan lapangan kerja. "Kami akan lihat di sektor mana yang akan memberi imbal hasil maksimal," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.