Jokowi: Kereta Cepat Masuk Proyek Strategis Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. AP/Dita Alangkara

    Presiden Jokowi (tengah) meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan bagian dari rencana besar yang bakal menghubungkan kota-kota besar di Jawa dan luar Jawa.

    “Kereta cepat Jakarta-Bandung adalah bagian dari rencana besar kita menghubungkan kota-kota besar di Jawa dan luar Jawa,” kata Jokowi melalui akun Twitter-nya, @jokowi, kemarin, Kamis, 28 Januari 2016.

    Dalam rilis di laman setkab.go.id, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 140,9 kilometer menjadi salah satu proyek strategis nasional dalam kelompok proyek pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana kereta api antarkota. Itu tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, yang telah ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 8 Januari 2016.

    Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tanggal 8 Januari 2016, Presiden Jokowi telah memerintah para menteri Kabinet Kerja, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian, Sekretaris Kabinet, Kepala Staf Kepresidenan, para kepala lembaga pemerintah non-kementerian, para gubernur, dan para bupati/wali kota untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melakukan percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

    Jokowi menegaskan, kereta api merupakan masa depan transportasi massal. Karena itu, kota-kota yang padat penduduknya harus sudah menggunakan mode transportasi ini.

    Saat memberikan sambutan pada groundbreaking pembangunan infrastruktur kereta cepat Jakarta-Bandung, Jokowi mengatakan proyek kereta cepat, yang merupakan hasil kerja sama dan sinergi yang konkret antara badan usaha milik negara (BUMN) dan BUMN Cina, itu bukan hanya untuk efisiensi, tapi juga untuk menghadapi persaingan global dan kompetisi global.

    “Dengan penguasaan teknologi, dengan penguasaan industri manufaktur, harapan kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” kata Jokowi.

    Jokowi berharap, kereta api cepat ini bisa memberikan manfaat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dia menyatakan akan terus memantau proyek ini serta proyek pengembangan wilayah Jakarta dan Bandung sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.


    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?