Harga Premium Turun, Konsumsi Pertalite Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor roda dua mengisi BBM di sebuah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) doi kawasan Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan, 5 Januari 2016. Mulai hari ini pemerintah memutuskan harga premium turun sebesar Rp150 menjadi Rp7.150 per liter. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah kendaraan bermotor roda dua mengisi BBM di sebuah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) doi kawasan Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan, 5 Januari 2016. Mulai hari ini pemerintah memutuskan harga premium turun sebesar Rp150 menjadi Rp7.150 per liter. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bandung - Area Manager Communication and Relations Jawa Bagian Barat Marketing Operation Region III PT Pertamina Yudy Nugraha mengatakan ada kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi setelah harganya turun 1-3 persen. “Tadinya diperkirakan naiknya tinggi, ternyata tidak kalau dibandingkan daerah lain ada yang sampai 5 persenan,” katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 6 Januari 2015.

    Pertamina mencatat konsumsi Premium di wilayah Jawa Bagian Barat melingkupi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat misalnya, hanya naik 3 persen dibandingkan konsumsi hariannya sebelum penurunan harganya dari Rp 7.400 per liter menjadi Rp 7.050. Konsumsi Premium semula 20.380 kiloliter per hari menjadi 21 ribu kiloliter.

    Sementara konsumsi solar naik tipis di bawah satu persen sejak harganya turun dari Rp 6.700 per liter menjadi Rp 5.650. Konsumsi solar sebelum penurunan harga sebanyak 8.600 kiloliter per hari menjadi 8.650 kiloliter. Pertamina menjamin pasokan Premium dan solar di DKI Jakarta dan Banten itu aman dengan ketahanan stok masing-masing 12 hari dan 32 hari.

    Pertamina juga menurunkan harga BBM nonsubsidi mengikuti penurunan harga BBM bersubsidi. Pertalite turun menjadi Rp 7.900 per liter sebelumnya Rp 8.250, Pertamax Rp 8.500 dari Rp 8.650, Pertamax Plus Rp 9.400 dari Rp 9.650, serta Pertamina Dex Rp 9.600 dari Rp 9.850. “Ternyata konsumsi Pertamax dan Pertalite naik,” kata Yudy.

    Konsumsi Pertalite setelah harganya turun melonjak 28 persen. Konsumsi Pertamax melonjak 37 persen. Yudy mengatakan kenaikan konsumsi harian Pertalite saat ini sudah 13 persen dibandingkan konsumsi Premium, sementara konsumsi Pertamax 10 persen dari konsumsi Premium. “Itu posisi terakhir,” katanya.

    Yudy mengklaim, lonjakan konsumsi Pertalite itu berasal dari peralihan konsumen Premium. “Kalau peralihan dari konsumen Pertamax ada, tapi sangat kecil. Kita harapkan memang konsumen Premium pindah ke Pertalite,” katanya.

    Menurut Yudy, kecenderungan konsumsi BBM secara umum naik. Tapi kenaikan konsumsi Premium diklaimnya tertahan oleh peralihan konsumsi itu. “Kenaikan konsumsi Premium itu diambil sama Pertalite,” ujarnya.

    Pertamina terus menggenjot jumlah SPBU yang memasarkan pertalite. Terhitung 31 Desember 2015 misalnya, di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebanyak 832 SPBU yang memasarkan Pertalite. Di Jakarta 181 SPBU, Jawa Barat 493 SPBU, dan Banten 158 SPBU. Jumlah seluruh SPBU di tiga daerah itu lebih dari 1.400 SPBU.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.