Penutupan Perdagangan Bursa, IHSG Merosot ke Zona Merah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup di zona merah, yakni di angka 4.525,919. Ini berarti indeks melemah sebesar 67,089 poin atau 1,461 persen.

    Sejak Presiden Joko Widodo membuka perdagangan bursa secara seremonial pada hari ini, Senin, 4 Januari 2016, IHSG sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

    Meski sempat menyentuh level tertinggi di angka 4.603,671, IHSG lalu merosot dan bahkan  menyentuh level terlemahnya di angka 4.525,919.

    Sementara itu, sepuluh saham sektoral juga memerah dipimpin indeks saham sektor agrobisnis yang anjlok 3,516 persen. Sektor konsumer yang melemah 2,194 persen mengikuti di belakangnya.

    Meski sektor konsumer melemah, menurut analis ekonomi dari PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, sektor ini masih akan menjadi penopang di perdagangan bursa.

    "Sektor konsumer masih cukup mendominasi, seperti Unilever. Namun juga harus dilihat likuiditas dari saham-sahamnya," ujar Reza.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.