Bank Mandiri Targetkan Pendapatan Komisi Hingga 17%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di sebuah Angjungan Tunai (ATM) bank Mandiri, di Jakarta, (31/1). PT Bank Mandiri Tbk akan menjual sukuk ritel (obligasi berbasis syariah) senilai Rp 95 miliar. Foto: TEMPO/Wahyu Setiawan

    Suasana di sebuah Angjungan Tunai (ATM) bank Mandiri, di Jakarta, (31/1). PT Bank Mandiri Tbk akan menjual sukuk ritel (obligasi berbasis syariah) senilai Rp 95 miliar. Foto: TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menargetkan bakal mencatatkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi mencapai 17% hingga akhir tahun nanti.

    Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengakui fee based income perseroan pada tahun ini bakal mengalami perlambatan pertumbuhan akibat menurunnya kenaikan pinjaman.

    Namun, untuk tetap menjaga perolehan cuan dari pendapatan berbasis komisi, Budi menyebut Bank Mandiri akan mengandalkan dari segmen ritel.

    Fee based akan tumbuh 15%-17%, yang whole sale pasti turun, tapi kami naikan perolehan dari elektronik banking yang ritel,” jelas Budi, Senin (14 September 2015).

    Adapun, dari data resmi yang dirilis perseroan, hingga kuartal II/2015, emiten berkode saham BMRI ini mencatatkan perolehan fee based income dari lima sektor.

    Kelimanya yakni treasury and markets, corporate banking, commercial banking, consumer banking, dan micro and business banking dengan nilai cuan yang diraih sebesar masing-masing Rp813 miliar, Rp378 miliar, Rp262 miliar, Rp1,86 triliun, dan Rp543 miliar.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.