Indonesia-Norwegia Sepakat Kerja Sama di Perikanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Susi Pudjiastuti terlihat mengenakan kacamatanya saat mengikuti jelang rapat kerja di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Juni 2015. Rapat ini juga membahas implementasi setelah diterbitkannya peraturan Menteri KKP nomor 57 Tahun 2014, nomor 1 tahun 2014 dan nomor 2 tahun 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Susi Pudjiastuti terlihat mengenakan kacamatanya saat mengikuti jelang rapat kerja di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Juni 2015. Rapat ini juga membahas implementasi setelah diterbitkannya peraturan Menteri KKP nomor 57 Tahun 2014, nomor 1 tahun 2014 dan nomor 2 tahun 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Menteri Perikanan Norwegia Elisabeth Aspaker sepakat mengembangkan kerja sama Aquaculture, Sustainable Fisheries dan Illegal, dan Unreported and Unregulated Fishing (IUUF) atau kejahatan perikanan.

    Kesepakatan itu dilakukan saat Menteri Susi melawat ke Norwegia dalam rangka meningkatkan kualitas perikanan dan kerja sama perikanan Indonesia pada 18-21 Agustus 2015 di Trondheim dan Oslo.

    Dalam pertemuan itu disepakati pula upaya-upaya untuk lebih meningkatkan perdagangan ikan kedua negara. Menteri Aspaker menyatakan Indonesia perlu memanfaatkan fasilitas impor berupa bebas tarif nol persen untuk produk perikanan yang masuk Norwegia.

    Selain itu, pertemuan membahas usul mengenai pembentukan Forum Konsultasi Bilateral pada bidang perikanan, yang merupakan tindak lanjut hasil pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI dan Norwegia.

    Selain melakukan pertemuan, Susi juga menjadi pembicara dalam seminar yang bertajuk “20 Years Anniversary Celebration The Code of Conduct and Aqua Culture”. "Kita menginginkan pelestarian laut yang lebih baik. Akan tetapi, pada saat yang sama menginginkan produksi hasil laut," kata Susi dalam keterangan tertulis Kementerian Kelautan, Sabtu, 22 Agustus 2015.

    Kunjungan Susi ke Norwegia itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral Presiden RI dengan Perdana Menteri Norwegia di Jakarta pada 14 April lalu. Pada November mendatang, Menteri Aspaker berencana melakukan kunjungan balasan ke Indonesia.

    DIAH HARNI SAPUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.