Menteri Susi Janjikan Insentif bagi Pengolahan Perikanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah alat tangkap ikan ramah lingkungan diciptakan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB).Komunika Online.

    Sebuah alat tangkap ikan ramah lingkungan diciptakan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB).Komunika Online.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji akan memberikan insentif bagi perusahaan yang berinvestasi di bidang pengolahan perikanan. "Saya akan perjuangkan insentif tax allowance bagi perusahaan yang mau berinvestasi di pengolahan perikanan," ujar Susi di kantornya, Selasa, 11 Agustus 2015.

    Pemberian insentif tersebut dilakukan Susi menyusul ditutupnya sektor perikanan tangkap bagi investor asing. Kegiatan perikanan tangkap, ujar Susi, hanya diperuntukkan bagi nelayan lokal. "Tidak ada lagi nelayan asing di atas kapal asing di laut Indonesia, itu sudah arahan Presiden," kata dia.

    Tujuan ditutupnya sektor perikanan tangkap bagi asing supaya dapat memberdayakan nelayan lokal dan menghindari praktek illegal fishing. "Kalau semua asing, nelayan kita mau dikemanakan?" ujarnya.

    Dengan pemberian insentif tersebut, Susi berharap banyak investor mau menanamkan modalnya di sektor pengolahan perikanan. Susi mengatakan telah berbicara dengan Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak mengenai insentif tersebut. 

    Dia mengatakan secepatnya insentif tersebut dapat direalisasi untuk mendongkrak industri pengolahan ikan. "Mudah-mudahan dalam tahun ini targetnya," ujar Susi.

    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?