Ribuan Koperasi di Sulawesi Selatan Tidak Aktif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota komunitas menata ribuan sandal bakiak, yang akan di distribusikan di Masjid Cheng Ho, jalan Gading, Surabaya, Minggu 1 Februari 2015. Peluncuran program ini juga untuk merangsang UKM kecil pembuat bakiak, dari Kampung Bakiak di Kecamatan Singosari, Malang yang mulai kehilangan order pembelian bakiak. Sebanyak 1700 bakiak berasal dari para pengusaha kecil pembuat bakiak. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah anggota komunitas menata ribuan sandal bakiak, yang akan di distribusikan di Masjid Cheng Ho, jalan Gading, Surabaya, Minggu 1 Februari 2015. Peluncuran program ini juga untuk merangsang UKM kecil pembuat bakiak, dari Kampung Bakiak di Kecamatan Singosari, Malang yang mulai kehilangan order pembelian bakiak. Sebanyak 1700 bakiak berasal dari para pengusaha kecil pembuat bakiak. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Makassar - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Sulawesi Selatan menemukan sekitar 2.000 koperasi yang terindikasi tidak aktif di provinsi tersebut.

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM M. Yamin mengatakan akan segera melakukan langkah tegas kepada koperasi yang tidak aktif. Berdasarkan aturan yang telah dikeluarkan Kementerian Koperasi dan UKM, koperasi yang tidak aktif mesti dihapus.

    Langkah penghapusan akan dilakukan dengan hati-hati dan bertahap. "Jangan sampai ketika satu koperasi di hapus ternyata memiliki masalah pinjaman karena bisa menjadi masalah buat pemerintah. Sehingga untuk sementara ini akan dilakukan pembekuan dulu, agar menyelesaikan pinjaman, baru kemudian dihapuskan," kata Yamin, Selasa, 11 Agustus 2015.

    Jumlah total koperasi yang terdaftar di Sulawesi Selatan saat ini mencapai 8.200 koperasi, jumlah itu termasuk 2.000 koperasi yang tidak aktif. Yamin mengatakan kalau Kementerian Koperasi telah meminta semua daerah melakukan langkah tegas. Langkah penghapusan dilakukan supaya pemerintah bisa fokus pada pengembangan koperasi yang aktif.

    "Kami telah mengeluarkan surat edaran gubernur agar semua koperasi di daerah melakukan rapat anggota tahunan (RAT) dan memasukkan laporan kondisi melalui kotak pos yang sudah disiapkan, sehingga perkembangannya diketahui," ujarnya.

    Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang menyambut baik keputusan Kementerian Koperasi untuk menghapus koperasi yang tidak aktif. "Karena sangat baik untuk penataan koperasi di daerah," ujarnya.

    IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.