Hasil Misi Dagang Tembus Rp 871,4 Miliar, Kemendag pun Bangga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dengan ditemani Menteri Perdagangan Rachmat Gobel (kanan) melihat sejulah produk Sulawesi yang diekspor ditengah acara pencangangan Gerakan Peningkatan Ekspor 3 Kali Lipat dan Sulawesi Berstandar SNI di Pelabuhan Indonesia 4, Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo dengan ditemani Menteri Perdagangan Rachmat Gobel (kanan) melihat sejulah produk Sulawesi yang diekspor ditengah acara pencangangan Gerakan Peningkatan Ekspor 3 Kali Lipat dan Sulawesi Berstandar SNI di Pelabuhan Indonesia 4, Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Jakarta - Program misi perdagangan melalui buying mission yang dicanangkan Kementerian Perdagangan melalui atase-atase perdagangan di negara asing dinilai terus menuai keberhasilan. Angka kumulatif periode Januari-Agustus 2015 mencatatkan angka lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.

    “Pencapaian program buying mission pada periode Januari-Agustus 2015 ini cukup spektakuler, jauh melewati kontrak pembelian yang diperoleh tahun 2014,” kata Direktur Pengembangan dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan, Ari Satria, di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2015.

    Untuk periode Januari-Agustus tercatat total transaksi sebesar US$ 64,5 juta. Sedangkan periode yang sama tahun lalu hanya membuahkan US$ 48,9 juta.

    Atas keberhasilan ini, Ari menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center sebagai perwakilan RI di luar negeri yang telah membantu program buying mission sejak diluncurkan pada 2014. Adapun program ini dicanangkan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel untuk mencapai target ekspor nonmigas naik 300 persen atau senilai US$ 458,8 miliar.

    Salah satu perusahaan asal Hungaria, Mayers Ltd, menandatangani kontrak pembelian coconut cooking oil dengan PT Barco dari Indonesia sebesar US$ 111 ribu. Kontrak ini berlaku selama tujuh bulan, dari Agustus 2015 hingga Februari 2016. Ari mengatakan penandatanganan kontrak ini merupakan hasil kerja keras TPC Budapest, Hungaria.

    Sebelumnya, lima perusahaan asal Cina dan Singapura memborong rumput laut Indonesia. Nilai kontrak dagangnya mencapai US$ 58 juta atau Rp 782,71 miliar. Para atase perdagangan diharapkan dapat terus mempertahankan kinerja semacam ini untuk mencapai target ekspor.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.