Upaya Jokowi Buktikan Indonesia Jadi Pemasok Pangan Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan) saat penyerahan traktor tangan kepada petani di Subang, Jawa barat, 26 Desember 2014. Jokowi menyerahkan 1.099 traktor tangan kepada 19 kelompok tani dan sembilan perwakilan kelompok. ANTARA/Agus Suparto

    Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan) saat penyerahan traktor tangan kepada petani di Subang, Jawa barat, 26 Desember 2014. Jokowi menyerahkan 1.099 traktor tangan kepada 19 kelompok tani dan sembilan perwakilan kelompok. ANTARA/Agus Suparto

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo optimistis Indonesia akan menjadi pemasok pangan dunia. Indonesia berpotensi karena lahan pertaniannya berada di sekitar garis khatulistiwa. Wilayah Indonesia diuntungkan dengan melimpahnya sinar matahari yang terus menerus. Inilah yang membuat produksi pangan dan energi tetap melimpah.

    "Masa depan dunia itu ada di sekitar garis khatulistiwa," kata Jokowi saat membuka Munas VIII Himpunan Kerukunan Tani Indinesia (HKTI) 2015 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat, 31 Juli 2015.  

    Menurut Presiden, sektor pertanian membutuhkan perbaikan manajemen produksi agar pada saatnya nanti menjadi pemasok pangan dunia. Konsumsi beras dunia mencapai 450 juta ton per tahun, singkong 240 juta ton per tahun, dan ikan 100 juta ton per tahun. "Ini peluang-peluang yang bisa kita masuki. Peningkatan produksi pangan kita harus diseriusi," ujarnya.

    Perbaikan irigasi lahan pertanian antara lain pembangunan embung dan waduk di sejumlah wilayah seperti di Nusa Tenggara Timur yang telah menyiapkan tujuh waduk. "Sebanyak 49 waduk yang akan dibangun, tujuh ada di NTT. Mulai tahun ini semuanya dibangun. Raknamo sudah dibangun, perkembangannya cepat. Kalau sudah ada waduk, masuk lahan pertanian, perkebunan baru bisa tanam," ia menjelaskan.

    Di Kabupaten Merauke sudah siap lahan subur 4,6 juta hektare yang berpotensi menghasilkan 5-6 ton per hektare, bahkan ada 8 ton. Di sana, kata Presiden Jokowi, sudah ada jalur irigasi yang dibangun pemerintahan Belanda tetapi sayang tidak dirawat.  "Bayangkan kalau 4,6 juta hektare ditanami padi, hasilnya bisa 8 ton per hektare. Produksi padi bisa 120 juta ton dalam setahun hanya di satu kabupaten," tuturnya. 

    "Semua itu akan jadi kenyataan kalau petani kita terorganisir dengan baik. Memang fungsi HKTI di situ, tentu saja harus berdampingan dengan Kementerian Pertanian," ucap Jokowi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.