Berdayakan Ristek, Indonesia Adopsi Model Jepang & Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), berbincang dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil, sebelum dimulainya rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 12 Maret 2015. TEMPO/Subekti

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), berbincang dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil, sebelum dimulainya rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 12 Maret 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberdayaan lembaga riset dan teknologi nasional untuk membantu tahap perencanaan proyek infrastruktur nasional rupanya mengadopsi model pembangunan Jepang dan China.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengaku pemerintah meniru strategi perencanaan dua negara pemilik infrastruktur apik se-Asia tersebut.

    Di China, pembangunan rel dan kereta api harus melalui tahap perencanaan yang panjang melalui biro perencanaan khusus dengan keahlian yang bermacam-macam. Begitu pula di Jepang, konsultan perencanaan bekerja sangat terspesialisasi.

    Untuk itu, Indonesia berupaya melibatkan para ahli dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta universitas sebagai konsultan perencanaan yang bisa menyiapkan tahap perencanaan.

    Mulai dari studi kelayakan (feasibility study), desain rekayasa detail (detail engineering design), dan teknis perhitungan akuntansi.

    “Kami mungkin akan menggunakan modal antara Jepang dan China. Jadi nanti BPPT, LIPI, dan universitas dimanfaatkan, sehingga tahun anggaran mulai, proyek langsung jalan,”katanya di Kantor Wakil Presiden, Rabu(15 Juli 2015).

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.