Sembilan Proyek SKK Migas Beroperasi Semester Dua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Floating Storage Regatification Unit (PSRU) Lampung milik Perusahaan Gas Negara (PGN) yang telah terhubung Onshore Receiving Facility dalam tahap penyelesaian di Wilayah Labuahan Maringgai  Lampung (10/05). PSRU Lampung memiliki volume tangki LNG 170.000 M3 dengan kemampuan regas (Sent-out-rate) maksimal 240 juta  kubik perhari (MMSCFD) yang akan disalurkan ke sektor kelistrikan, industri, rumah tangga tangga, UKM dan Transportasi di Lampung yang merupakan upaya percepatan konversi bahan bakar minyak ke Bahan Bakar Gas. PSRU Lampung mendorong pemanfaatan gas bumi yang berpotensi menghemat biaya bahan bakar yang mencapai Rp. 900 miliar pertahun.Tempo/Amston Probel

    Kapal Floating Storage Regatification Unit (PSRU) Lampung milik Perusahaan Gas Negara (PGN) yang telah terhubung Onshore Receiving Facility dalam tahap penyelesaian di Wilayah Labuahan Maringgai Lampung (10/05). PSRU Lampung memiliki volume tangki LNG 170.000 M3 dengan kemampuan regas (Sent-out-rate) maksimal 240 juta kubik perhari (MMSCFD) yang akan disalurkan ke sektor kelistrikan, industri, rumah tangga tangga, UKM dan Transportasi di Lampung yang merupakan upaya percepatan konversi bahan bakar minyak ke Bahan Bakar Gas. PSRU Lampung mendorong pemanfaatan gas bumi yang berpotensi menghemat biaya bahan bakar yang mencapai Rp. 900 miliar pertahun.Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi menargetkan sembilan proyek fasilitas produksi minyak dan gas bumi akan beroperasi pada semester kedua 2015.

    Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro di Jakarta, Kamis mengatakan total kapasitas fasilitas produksi kesembilan proyek tersebut adalah minyak 193.000 barel per hari dan gas 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

    "Dengan adanya tambahan fasilitas produksi ini, kami optimis target lifting APBN Perubahan 2015 sebesar 825.000 barel minyak per hari dapat tercapai," ujarnya.

    Per 30 Juni 2015, produksi terjual (lifting) minyak baru tercatat 763.600 barel per hari atau 92,6 persen dari target 825.000 barel per hari.

    Sementara, "lifting" gas sebesar 6.587 juta kaki kubik per hari atau 96,4 persen dari target 7.079 MMSCFD.

    Secara total, "lifting" migas sebesar 1,94 juta barel setara minyak per hari atau 94,8 persen dari target 2,045 juta barel setara minyak per hari.

    Menurut Elan, proyek fasilitas produksi minyak yang menjadi andalan pencapaian target produksi APBN Perubahan 2015 dan mulai beroperasi pada semester kedua adalah Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu dengan operator ExxonMobil Cepu Ltd.

    Fasilitas produksi Banyuurip yang akan mulai "onstream" pada kuartal ketiga 2015 itu memiliki kapasitas sebesar 185.000 barel per hari.

    Dengan selesainya fasilitas tersebut, Banyu Urip yang per Juni 2015 berproduksi 83.534 barel per hari akan meningkat pada Agustus menjadi 149.000 barel per hari dan terus meningkat hingga 205.000 barel per hari pada November 2015.

    Sedangkan, tujuh proyek lainnya yang "onstream" pada semester kedua 2015 adalah Receiving Tank Facility dengan operator EMP Tonga (Mosesa), Suban Mid Term Water Disposal dari ConocoPhillips (Grissik) Ltd, dan dua proyek Total E&P Indonesie yakni South Mahakam Development 3 (Jempang Metulang 1) dan Bekapai Phase 2B Facilities Modification.

    Keempat proyek fasilitas produksi tersebut akan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2015.

    Lalu, tiga proyek lainnya yang "onstream" pada kuartal keempat 2015 adalah dua proyek CNOOC yakni SES Gas Development (Asti-A) dan SES Gas Development (Mila-A), serta Kepodang Development dengan operator Petronas Carigali Muriah Ltd.

    Pada semester pertama 2015, sebanyak tiga proyek fasilitas produksi migas telah beroperasi yakni Pelikan, Blok Natuna A dengan operator Premier Oil Natuna Sea BV, Bukit Tua, Blok Ketapang dari Petronas Carigali Ltd, dan Senoro Gas, Blok Senoro-Toili yang dioperatori JOB Pertamina-Medco E&P Tomori.

    "Total kapasitas fasilitas produksi ketiga proyek tersebut adalah 31.000 barel per hari dan 480 MMSCFD," ujar Elan

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.