Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Diputuskan Tahun Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang Tol Cikampek. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Gerbang Tol Cikampek. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tengah mempertimbangkan prakarsa sejumlah investor swasta untuk membuka jalan tol Jakarta–Cikampek II (72 km) guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas di tol Jakarta–Cikampek saat ini.

    Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W. Husaini mengatakan pemerintah telah menerima sejumlah usulan dari beberapa investor terkait pembangunan ruas tersebut.

    Menurutnya, pembangunan tol tersebut akan menjadi bagian dari proyek tol yang akan ditangani tahun depan. Perlunya kehadiran tol tersebut menurutnya cukup beralasan menimbang peningkatan arus kendaran Jakarta di masa mendatang.

    “Mudah-mudahan bisa tahun depan, karena Jakarta Cikampek sudah mulai macet. Nanti kita lihat, kalau prakarsanya baik dan menjanjikan, akan kita sepakati,” katanya, Senin (23 Juni 2015).

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Achmad Gani Ghazali mengatakan dua investor swasta pemrakarsa telah mengajukan surat usulan kepada pemerintah.

    Meski demikian, belum ada pembicaraan resmi antara investor dan pemerintah.

    Pembicaraan tersebut menurutnya perlu untuk membahas rencana sistem jaringan jalan ibu kota, keterpaduan dengan rencana pembangunan jalan tol lainnya, analisis pola pergerakan arus lalulintas, rencana pengembangan wilayah, dll.

    “Kita katakan sama pemrakarsanya, kalau sudah dibahas bersama, keluarlah secara prinsip oke. Kemudian mereka harus menyiapkan studi kelayakan, desain dasarnya seperti apa, koridor, termasuk sistem lingkungannya,” katanya.

    Menurutnya, pembicaraan harus juga melibatkan Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol eksisting Jakarta Cikampek untuk menganalisis resiko bisnis.

    Pasalnya, trase pembangunan tol baru tersebut direncanakan sejajar dengan tol yang telah ada.

    “Kalau Jasa Marga bilang mereka terganggu, nah untuk tidak terganggu kondisinya harus seperti apa? Ini kan di lapangan sudah padat, kawasan industri sudah banyak, nanti kita bahas ,” katanya.

    Gani tidak menyampaikan investor mana yang tertarik membangun tol tersebut. Namun menurutnya, investor tersebut tergolong pemain baru di segmen bisnis jalan tol.

    Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga David Widjayanto mengaku telah mendengar adanya rencana pembangunan jalan tol tersebut.

    Meski demikian, menurutnya belum ada pembicaraan resmi baik dengan pemerintah maupun calon investor tol tersebut.

    “Pembicaraan resmi belum, baru penjajakan dan masih terlalu dini. Jadi kami belum bisa sampaikan sikap resmi dari Jasa Marga,” katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.