Kurs Rupiah terhadap Dolar Australia Alami Fluktuasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kurs rupiah terhadap dolar Australia mengalami fluktuasi selama Mei 2015. Kepala BPS Suryamin mengatakan rerata kurs rupiah di 34 provinsi terdepresiasi sebesar 26,13 poin pada pekan pertama atau melemah sebesar 0,25 persen.

    "Depresiasi juga terjadi pada minggu kedua dan ketiga, masing-masing sebesar 158,67 poin (1,54 persen) dan 110,61 poin (1,08 persen)," ujarnya di gedung BPS, Senin, 15 Juni 2015.

    Pada pekan terakhir Mei 2015, nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 53,15 poin atau menguat sebesar 0,52 persen dibanding pekan terakhir April 2015. Nilai tukar rupiah pada minggu terakhir Mei secara rerata nasional berada pada level Rp 10.226,23 per dolar Australia, atau menguat tipis dari minggu terakhir April yang berada pada level Rp 10.279,27 per dolar Australia.

    Suryamin menambahkan, level terendah nilai tukar (kurs tengah) rupiah terhadap dolar Australia pada minggu terakhir April terjadi di Provinsi Papua senilai Rp 10.377,00. Adapun pada minggu terakhir Mei, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 10.400,00 per dolar Australia. Di sisi lain, level tertinggi nilai tukar terhadap dolar Australia pada minggu terakhir April tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp 10.121,00 per dolar Australia.

    "Pada minggu terakhir Mei, level tertinggi juga tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu sebesar Rp 9.989,00 per dolar Australia," katanya.

    Pada minggu pertama Mei, pelemahan rupiah yang terbesar terhadap dolar Australia terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu sebesar 200,00 poin atau terdepresiasi sebesar 1,95 persen dibanding minggu terakhir April. "Sebaliknya, penguatan rupiah yang terbesar terjadi di Provinsi Sumatera Barat, yaitu sebesar 150,00 poin atau terapresiasi sebesar 1,45 persen. Pada minggu terakhir Mei 2015, sebagian besar provinsi mencatat nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Australia," ucap Suryamin.

    Penguatan rupiah yang terbesar terjadi di Provinsi Sumatera Barat, yaitu terapresiasi sebesar 250,00 poin atau menguat sebesar 2,42 persen dibanding minggu terakhir April 2015. Adapun depresiasi rupiah yang terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu sebesar 175,00 poin atau melemah sebesar 1,72 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.