Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Tidak Bisa Tergantung pada APBN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berada di dalam mobil setelah tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 23 Mei 2015. Jokowi beserta keluarga pulang ke Solo untuk mempersiapkan pernikahan putra sulungnya Gibran Rakabuming dengan Selvi Ananda Putri. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Presiden Joko Widodo berada di dalam mobil setelah tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 23 Mei 2015. Jokowi beserta keluarga pulang ke Solo untuk mempersiapkan pernikahan putra sulungnya Gibran Rakabuming dengan Selvi Ananda Putri. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak bisa digantungkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara saja, tapi juga harus didorong oleh investasi.

    Terkait dengan hal tersebut, Presiden Jokowi memuji bos Media Group, Surya Paloh, yang berhasil menggandeng PT China Sonangol Media Investment untuk melakukan investasi senilai Rp 8 triliun di Indonesia.

    "Saya sangat menghargai Bapak Surya Paloh yang bekerja sama dengan China Sonangol untuk menghadirkan investasi yang sangat besar dan diharapkan dapat menjadi pemicu investor untuk berbondong-bondong masuk ke negara kita," kata Jokowi dalam pidato peletakan batu pertama Gedung Indonesia Satu di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2015.

    Gedung Indonesia Satu merupakan gedung kembar yang memiliki 59 lantai atau setinggi 303 meter yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Pembangunan gedung tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Media Group dengan China Sonangol.

    Presiden berharap pembangunan Gedung Indonesia Satu diikuti pembangunan oleh investor lain sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    "Ini bisa jadi sebuah sinyal. Gedung 59 lantai dengan investasi yang sangat besar, Rp 8 triliun, ini menunjukkan bahwa bisnis properti ke depan menunjukkan prospek yang baik," kata Presiden.

    Jokowi menilai masuknya dana tersebut pasti sudah dikalkulasi. Artinya, Indonesia dipandang memiliki masa depan yang bagus. Presiden mengungkapkan bahwa lembaga pemeringkat atas saham dan obligasi Standard & Poor's telah menempatkan Indonesia di posisi yang lebih baik.

    "Satu-dua hari ini dari Standard and Poor's kita mendapatkan grade yang lebih baik dan kita harapkan dalam 12 bulan ini kita masuk investment grade," ucap Presiden.

    Sementara itu, Direktur China Sonangol Media Investment Lestari Moerdijat mengatakan gedung kembar yang memiliki 59 lantai itu dibangun pada lahan seluas 18.925 meter persegi dan akan menghabiskan dana sekitar Rp 8 triliun.

    "Pembangunan gedung yang digagas oleh China Sonangol Media Investment dan direalisasi melalui kerja sama China Sonangol dan Media Grup ini seluruhnya menggunakan investasi asing," ucap Lestari.

    Dia juga mengungkapkan bahwa pembangunan gedung yang diharapkan bisa menjadi ikon Jakarta itu selesai dalam 30 bulan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.