Tiga Rahasia Sukses Cina, Jokowi: Nomor Satu Jujur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah), memperkenalkan Duta besar Indonesia untuk RRC merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo (kiri), kepada Presiden Xi Jinping di Beijing, 9 November 2014. Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Prekekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Wakil Ketua DPD GKR Hemas. ANTARA/Rini Utami

    Presiden Jokowi (tengah), memperkenalkan Duta besar Indonesia untuk RRC merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo (kiri), kepada Presiden Xi Jinping di Beijing, 9 November 2014. Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Prekekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Wakil Ketua DPD GKR Hemas. ANTARA/Rini Utami

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo selalu bertanya-tanya tentang bagaimana Cina begitu maju dan menjadi negara dengan perekonomian terkuat dunia. "Mereka dulu negara tertutup, bukan kapitalis, tapi komunis. Kok, bisa?" ujar Jokowi dalam pidatonya dalam acara Dinner Bankers yang digelar Bank Indonesia di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 November 2014.

    Pertanyaan Jokowi itu terjawab sudah. Saat acara APEC di Beijing, pekan lalu, ia bertanya langsung kepada Presiden Cina Xi Jinping. "Saat itu saya selalu berada di antara Presiden Cina, Rusia, dan Amerika," ujar Jokowi. "Saya bilang sama dia (Xi Jinping), berikan tiga kunci sukses mengapa negara Anda bisa sukses seperti saat ini."

    Presiden Cina menjawab langsung pertanyaan Jokowi dengan tiga kunci sukses negara tersebut. Menurut cerita Xi Jinping kepada Jokowi, kunci sukses pertama adalah partai yang bersatu. "Nah, ini sulit dilakukan di negara ini," ujar Jokowi sambil tersenyum. Menurut Jokowi, Presiden Cina menganggap, kalau tidak bersatu, bagaimana membuat visi bersama? 

    Kunci kedua adalah gagasan besar yang diiringi rencana dan mimpi besar. "Kalau mau buat pelabuhan, jangan berpikir untuk 50 tahun ke depan, tapi 100-150 ke depan," katanya. Kunci terakhir adalah segera membangun infrastruktur untuk konektivitas antarkota, antarprovinsi, dan antarpulau. "Karena itu, harus mulai dikerjakan sekarang,” kata Jokowi. “Kalau ditunda-tunda, biaya yang akan dikeluarkan semakin mahal." (Baca juga: Agus Martowardojo Dukung Reformasi Maritim Jokowi)

    Dari ketiga kunci sukses itu, Jokowi menilai ada soal pertama yang paling sulit diwujudkan. "Jujur, nomor satu paling sulit," katanya. Jokowi mengaku hanya mendapat dukungan 38 persen partai-partai politik. "Tapi semoga enam bulan ke depan atau beberapa waktu kemudian bisa mencapai 60-70 persen," ujar Jokowi.

    Jokowi mengatakan tiga kunci sukses Cina sangat benar dan tak mengada-ada, khususnya pembangunan infrastruktur. "Karena itu, di mana-mana saya sampaikan infrastruktur dan investasi harus secepatnya," katanya.

    ODELIA SINAGA

    Baca juga
    Jokowi Minta Keberadaan Petral Dikaji Ulang 

    Takut Dimarahi Buya, Faisal Basri Terima Jabatan

    3 Modus Baru Mafia Migas Versi Faisal Basri 

    Bersih-bersih Mafia Migas, Faisal Ajak Teten

    BBM Naik, Jokowi Langgar UU APBN?



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.