Semester Pertama 2014, 28 Juta Ponsel ZTE Terjual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ZTE Nubia Z5S Mini. Vr-zone.com

    ZTE Nubia Z5S Mini. Vr-zone.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Produsen telepon seluler dari Cina, ZTE, berhasil menjual 28 juta unit ponsel sepanjang semester pertama tahun ini. Presiden ZTE Unit Bisnis Ponsel Wilayah Asia Pasifik dan CIS Jacky Zhang mengatakan, sepanjang 2014, perusahaan menargetkan penjualan ponsel sebanyak 60 juta unit di seluruh dunia. Target tersebut naik sekitar 40 persen dari penjualan pada tahun kemarin, 44 juta unit. (Baca : Sepekan, Ponsel ZTE Nubia 5S Terjual 1000 Unit)

    Meski belum mencapai separuh dari total target, Jacky yakin penjualan ZTE dapat diraih sesuai rencana. "Kami fokuskan empat seri produk andalan, diantanya seri nubia dan blade," katanya saat ditemui di kantor ZTE, Plaza Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 September 2014. (Baca : ZTE Berfokus pada Penjualan Ponsel Cerdas)

    Juni lalu, ZTE merilis produk Nubia Z5S Mini, Blade L2, dan KIS 3 di Bali. Nubia Z5S mini berhasil menyita perhatian konsumen ponsel dengan ludesnya 1.000 unit dalam waktu satu minggu pada acara peluncuran di Taman Anggrek Mal, Jakarta. Selain menawarkan desain yang elegan, Teknologi layar IGZO yang dibenamkan Nubia Z5S mini diklaim hemat baterai. Ponsel yang dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon 600, dan RAM 2 GB ini juga memiliki kamera belakang beresolusi 13 MP dengan fitur Nubia. (Baca : Juli, ZTE Pasarkan Nubia Z5S Mini di Indonesia)

    Selain Nubia, ZTE juga mengandalkan penjualan Blade V3 sebagai ponsel unggulannya. Smartphone dual sim pertama yang menggunakan jaringan 4G yang memiliki layar full-HD 5 inci ini memiliki penyimpan memori 8GB dan prosesor Quadcore 1,2 Ghz Snapdragon.

    Dia mengatakan smartphone ZTE diciptakan dengan mengandalkan kenyaman interface. Tujuannya, agar membuat konsumen nyaman saat menggunakan dan memiliki spesifikasi yang sempurna.

    ZTE berkomitmen melakukan inovasi produk agar sesuai kebutuhan pasar. Setiap tahun, ZTE mengeluarkan dana 10 persen dari laba perusahaan untuk kepentingan inovasi. Hingga saat ini ZTE telah memiliki 18 pusat penelitian dan pengembangan yang tersebar di belahan dunia.

    ZTE telah memproduksi ponsel selama 16 tahun, membangun bisnis di 160 negara, bekerja sama dengan 230 operator, dan menjalin kerja sama dengan 47 operator di dunia. Pada kuartal pertama 2014, ZTE menempati posisi keempat di pasar Amerika setelah Samsung, Apple dan LG.

    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler
    Temui Mega, Risma Tak Bersedia Jadi Menteri Jokowi
    PKS Blunder Usung Pilkada Tak Langsung
    Ketemu Sudi Silalahi, Rini Minta Maaf
    Demi Prabowo, PKS Setuju Pilkada Lewat DPRD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.