Pemerintah Tuban Dinilai Hambat Izin Eksplorasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu instalasi pengolahan gas dan kondensat dari lapangan migas South Mahakam yang dioperasikan Total E&P Indonesie di Senipah, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Salah satu instalasi pengolahan gas dan kondensat dari lapangan migas South Mahakam yang dioperasikan Total E&P Indonesie di Senipah, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Surabaya - Langkah Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java untuk menggenjot produksi minyak dan gas bumi terkendala izin lokasi penggunaan lahan dari Pemerintah Kabupaten Tuban. Field Admint Superintendent JOB PPEJ, Hananto Aji, menuturkan bahwa pihaknya telah melayangkan perihal izin kepada Dinas Sumber Daya Mineral Kabupaten Tuban sejak satu tahun silam. Hingga kini, izin yang dimaksud belum juga turun. Ia berharap, awal bulan Maret 2013, izin segera turun. "Kami menunggu satu tahun lebih. Ini kan sangat menghambat," kata Hananto Aji kepada Tempo, Rabu 20 Februari 2013.

    Ia menjelaskan, setelah izin lokasi turun, kontraktor segera menentukan titik koordinat sumur eksplorasinya. Nantinya, hanya satu sumur eksplorasi yang dibor, yaitu di luar Lapangan Mudi, namun masih dalam kawasan Blok Tuban, Jawa Timur. Izin lokasi ini mencakup lahan seluas 4,2 hektare di Desa Sambong, Kecamatan Merakurak. Warga sekitar, kata Aji, telah sepakat dengan rencana pengeboran eksplorasi. "Lapangan ini rencananya bernama Lapangan Sumber 1 Blok Tuban," ujarnya. 

    Hananto yakin, lapangan migas baru ini mampu mendulang migas bagi JOB PPEJ. Kini, produksi rata-rata minyak harian JOB PPEJ sebesar 34.800 barel oil per day yang dihasilkan dari Lapangan Sukowati Blok Cepu dan Lapangan Mudi Blok Tuban. Selain dua lapangan tersebut, JOB PPEJ juga menggarap Lapangan Lengowangi di Kabupaten Gresik. Sayangnya, Lapangan Lengowangi hanya menghasilkan minyak sebesar 50 barel per hari dan dinilai tidak ekonomis bagi perseroan.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.