Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Luhut Sebut RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Polusi dan Sampah: Kita Akan Ambil Langkah Terpadu

image-gnews
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau lokasi persemaian AZ Forest di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 29 Agustus 2023. AstraZeneca Forest bersama Kemenko Marves akan menanam dan merawat 10 juta pohon di lahan-lahan kritis daerah aliran Sungai Citarum dengan menggandeng warga petani lokal bersama organisasi One Tree Planted dan Trees4Trees. Dalam 3 tahun terakhir, lebih dari 4 juta pohon telah ditanam di area seluas 10.296 hektare. Reforestasi lahan kritis DAS Citarum ini melibatkan peran 20.720 orang warga dan petani yang telah dibina sebelumnya. TEMPO/Prima Mulia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau lokasi persemaian AZ Forest di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 29 Agustus 2023. AstraZeneca Forest bersama Kemenko Marves akan menanam dan merawat 10 juta pohon di lahan-lahan kritis daerah aliran Sungai Citarum dengan menggandeng warga petani lokal bersama organisasi One Tree Planted dan Trees4Trees. Dalam 3 tahun terakhir, lebih dari 4 juta pohon telah ditanam di area seluas 10.296 hektare. Reforestasi lahan kritis DAS Citarum ini melibatkan peran 20.720 orang warga dan petani yang telah dibina sebelumnya. TEMPO/Prima Mulia
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali angkat bicara mengenai polusi udara. Ia memastikan pemerintah akan mengambil langkah terpadu untuk mengurangi polusi tersebut.

Hal ini tak lepas dari komitmen pemerintah mengurangi deforestasi, penanganan lahan kritis, dan sampah untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan juga polusi udara.

Luhut menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Hulu DAS Citarum di Desa Ciminyak, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 29 Agustus 2023.

"Karena perubahan cuaca itu besar, ini adalah musuh kita ramai-ramai. Mungkin kalau bahasa kerennya, itu war against pollution atau peperangan melawan polusi. Jangan ada motong-motong pohon atau deforestasi lagi," tuturnya. 

Dalam kesempatan itu, luhut juga mengklaim bahwa Indonesia termasuk yang terbaik dalam menangani sampah serta polusi. "Kita juga salah satu negara di dunia juga yang terbaik dalam penanganan polusi, penanganan sampah-sampah ini. Kita akan ambil semua langkah yang terpadu untuk mengurangi (polusi)," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2023.

Menko Marves juga meninjau program penanganan lahan kritis di Hulu DAS Citarum di Desa Ciminyak. Wilayah tersebut merupakan salah satu lokasi persemaian kerja sama Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves dengan Astrazeneca dan Trees4trees tentang Dukungan terhadap Upaya Reboisasi dan Revitalisasi Lahan Kritis di DAS Citarum.

Program ini merupakan bagian dari program global AZ Forest, untuk menanam 50 juta pohon di seluruh dunia, di mana hampir setengahnya akan ditanam di Indonesia.

Program tersebut mendukung inisiatif Pemerintah Jawa Barat untuk reboisasi dan revitalisasi Sungai Citarum serta agenda investasi berkelanjutan untuk memitigasi kebakaran hutan tahunan, tanah longsor dan perubahan iklim.

Di masa mendatang, Luhut berharap program ini dapat memastikan perawatan dan pertumbuhan berkelanjutan dari pohon-pohon yang ditanam. Mekanisme pemantauan diperlukan untuk melacak perkembangan dan menjamin kesuksesan upaya rehabilitasi.

"Rehabilitasi lahan kritis sebaiknya dapat memberikan insentif kepada masyarakat setempat dan pohon-pohon yang ditanam bernilai ekonomi, baik itu pohon kayu maupun buah secara wanatani," kata Luhut. "Melalui praktik  agroforestri dapat memberikan manfaat ganda berupa pemulihan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi. Program AZ Forest yang di Tanjung Puting agar bisa dialihkan ke DAS Citarum."

Luhut juga menggarisbawahi berhasilan menanam 20 juta pohon akan bisa merehabilitasi dan merevitalisasi lahan kritis di luar kawasan hutan DAS Citarum. Hal ini sekaligus menjaga kelestarian sumber air sekaliguks menyejahterakan masyarakat.

Dalam kunjungan kerja ini,  Luhut juga mendatangi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cicukang Oxbow. Di sela-sela kegiatan itu, ia menyebutkan masalah sampah saat ini masih menjadi isu krusial yang dihadapi oleh Indonesia yang harus diselesaikan secara tuntas dan cepat. "Apalagi dengan adanya kejadian kebakaran di TPA Sarimukti, Bandung, menjadi pengingat bahwa kita tidak bisa lagi mengandalkan pola lama."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berikutnya kata Luhut, sampah harus dikelola secara terintegrasi dari hulu-hilir dan  semaksimal mungkin untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi baru.

"Sekarang ini setiap langkah kita lakukan untuk menangani sampah ini, tadi dengan Pak Gubernur dan Pak Bupati di sini (TPST Cikukang Oxbow) sudah mereka membuat RDF (Refuse Derived Fuel) itu kelihatannya berhasil,” katanya.

Luhut juga mengingatkan pada tahun ini dan tahun depan Indonesia harus bersiap untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim di Indonesia dengan musim kemarau yang semakin panjang dan kering, serta curah hujan yang lebih rendah.

Pada Agustus-September  tahun ini, kata Luhut, diprediksi El Nino akan mencapai puncak dengan intensitas lemah hingga moderat yang berpotensi berdampak pada ketersediaan air, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan. 

Dampak perubahan iklim dan El Nino ini pun niscaya akan berpengaruh terhadap DAS Citarum. Oleh sebab itu diperlukan langkah antisipatif diperlukan seperti peringatan dini, pengumpulan air hujan, pengelolaan bendungan yang optimal, penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca, serta promosi pertanian tadah hujan dan sumur bor.

Ia berharap dengan Program Integrated Solid Waste Management (ISWMP) dengan dukungan World Bank di DAS Citarum, telah dibangun fasilitas-fasilitas pengolahan sampah (TPST). Diharapkan dapat dikelola dan dioperasikan secara berkelanjutan,” katanya.

Adapun untuk pengelolaan sampah di Kawasan Bandung Raya, Luhut meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk dapat mempercepat proses Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Legok Nangka.

“Keberadaan PSEL ini tidak hanya menjadi langkah maju dalam mengatasi permasalahan sampah, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menangani volume sampah yang semakin meningkat," tutur Luhut.

ANTARA

Pilihan Editor: Cerita Luhut Mengenang Awal Mula Proyek LRT Jabodebek, dari Pembebasan Lahan hingga Opsi Impor

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Menko Luhut Sebut Anggaran Makan Siang Gratis Sudah Disiapkan untuk Tahap Awal, Hitungannya?

1 jam lalu

Sejumlah siswa SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten, menunjukkan makanan gratis saat simulasi program makan siang gratis pada 29 Februari 2024. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyediakan 162 porsi dengan empat macam menu makanan sehat senilai Rp 15 ribu per porsi dalam simulasi program makan siang gratis tersebut. Antara/Sulthony Hasanuddin
Menko Luhut Sebut Anggaran Makan Siang Gratis Sudah Disiapkan untuk Tahap Awal, Hitungannya?

Menko Marvest Luhut Pandjaitan mengungkapkan, program makan siang gratis tengah dibahas secara teknis bersama tim Presiden terpilih Prabowo Subianto.


Pemprov Jakarta Siapkan Water Mist Tangkal Polusi Udara Jabodetabek, Bagaimana Sistem Kerjanya?

4 jam lalu

Gedung-gedung diselimuti polusi udara di kawasan Kota Jakarta, Selasa 24 Oktober 2024. Kualitas udara di Jakarta pada Selasa (24/10/2023) pagi tidak sehat dan menempati peringkat ke 4 terburuk di dunia. Berdasarkan data IQAir, tingkat polusi di Ibu Kota berada di angka 170 AQI US pada pukul 06.00 WIB. Peringkat kualitas udara Jakarta saat ini berada di posisi ke-4 di dunia dengan indikator warna merah, yang artinya tidak sehat. Adapun indikator warna lainnya yaitu ungu yang berarti sangat tidak sehat, hitam berbahaya, hijau baik, kuning sedang, dan oranye tidak sehat bagi kelompok sensitif. TEMPO/Subekti.
Pemprov Jakarta Siapkan Water Mist Tangkal Polusi Udara Jabodetabek, Bagaimana Sistem Kerjanya?

Upaya menekan polusi udara, Pemerintah Provinsi Jakarta menyiapkan penggunaan kabut air (water mist) saat memasuki musim kemarau.


Timbunan Sampah di Yogyakarta Capai 5 Ribu Ton, Pemda : Sudah Darurat

18 jam lalu

Tumpukam sampah di tengah pembatas jalan Affandi atau Gejayan Kota Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Timbunan Sampah di Yogyakarta Capai 5 Ribu Ton, Pemda : Sudah Darurat

Volume timbunan sampah di Yogyakarta kian memprihatinkan pasca TPA Piyungan ditutup permanen awal Mei 2024 lalu.


Mentan Berharap Hari Krida Pertanian ke-52 Jadi Momentum Kebangkitan Pertanian

19 jam lalu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Mentan Berharap Hari Krida Pertanian ke-52 Jadi Momentum Kebangkitan Pertanian

Dunia sedang mengalami ancaman kekurangan pangan pada 2050. Program pompanisasi diharapkan dapat mengatasi masalah itu.


Luhut Klaim Kemudahan Izin Acara Membuat Indonesia Lebih Kompetitif

22 jam lalu

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Han Revanda Putra.
Luhut Klaim Kemudahan Izin Acara Membuat Indonesia Lebih Kompetitif

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan kemudahan perizinan acara bisa membuat Indonesia lebih kompetitif.


PT Nestle Indonesia Lakukan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Revitalisasi DAS Citarum

22 jam lalu

Apresiasi kepada Kelompok Dansektor Citarum Harum yang telah bekerja sama dengan PT Nestlé Indonesia dalam revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, melalui beberapa kegiatan sejak 2019, seperti penanaman pohon, pembangunan TPS3R, pengembangan taman Citarum, serta dukungan produk untuk acara edukasi masyarakat.
PT Nestle Indonesia Lakukan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Revitalisasi DAS Citarum

Pemerintah Republik Indonesia telah menjadi tuan rumah untuk World Water Forum (WWF) ke-10, di Nusa Dua, Bali pada 18-25 Mei 2024. Pertemuan internasional ini secara khusus membahas isu-isu air secara global, di mana tahun ini tema yang dipilih ialah "Air untuk Kemakmuran Bersama".


Dinas Lingkungan Hidup DKI Jelaskan Penyebab Kualitas Udara Buruk di Jakarta

2 hari lalu

Suasana Monas yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat 21 Juni 2024. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 15.53 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada pada angka 155 yang menempatkannya sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia di bawah Kinshasa, Kongo. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jelaskan Penyebab Kualitas Udara Buruk di Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakartamenjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas udara memburuk.


Sampah dari Perayaan HUT Jakarta Mencapai 35 Ton

2 hari lalu

Sejumlah warga menikmati wahana saat berlangsungnya Jakarta Night Carnival 2024 di Silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu 22 Juni 2024. Pemprov DKI Jakarta menyediakan berbagai wahana dan hiburan bagi warga secara gratis  dalam rangkaian memeriahkan puncak HUT ke-497 Kota Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sampah dari Perayaan HUT Jakarta Mencapai 35 Ton

Ribuan warga menghadiri malam puncak perayaan HUT Jakarta ke-497 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam, 22 Juni 2024.


IQAir Catat Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Belum Berubah Empat Hari Terakhir

2 hari lalu

Deretan gedung bertingkat yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat 21 Juni 2024. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 15.53 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada pada angka 155 yang menempatkannya sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia di bawah Kinshasa, Kongo. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
IQAir Catat Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Belum Berubah Empat Hari Terakhir

Data IQAir menunjukkan polusi udara di Jakarta sedang tinggi. Konsentrasi polutan PM 2,5 mencapai 80 mikrogram per meter kubik.


Terpopuler: Update Gangguan Server PDN, Dampak Pelemahan Rupiah ke Biaya Pembangunan IKN

3 hari lalu

Suasana Terminal 3 keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, pukul 14:56 WIB pada Jumat, 21 Juni 2024. Tempo/ Mochamad Firly Fajrian
Terpopuler: Update Gangguan Server PDN, Dampak Pelemahan Rupiah ke Biaya Pembangunan IKN

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis pada Jumat, 21 Juni 2024, dimulai dari dampak gangguan server PDN Kominfo.