Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Longspan LRT Jabodebek Salah Desain? MTI Ungkap Tantangan Pembangunan di Kawasan Perkotaan

image-gnews
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan longspan atau jembatan bentang panjang lintasan LRTdi kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu, 11 November 2020. PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengantongi rekor MURI untuk penggunaan teknologi u-shaped girder atau gelagar berbentuk huruf U terpanjang di dunia pada proyek pembangunan kereta layang ringan alias LRT Jabodebek. ANTARA/M Risyal Hidayat
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan longspan atau jembatan bentang panjang lintasan LRTdi kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu, 11 November 2020. PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengantongi rekor MURI untuk penggunaan teknologi u-shaped girder atau gelagar berbentuk huruf U terpanjang di dunia pada proyek pembangunan kereta layang ringan alias LRT Jabodebek. ANTARA/M Risyal Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana merespons soal jembatan lengkung bentang panjang atau longspan di lintasan light rail transit atau LRT Jabodebek yang disebut salah desain. Kritik terhadap jembatan yang berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, itu disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Aditya menganggap bahwa jembatan itu tidak terlalu masalah sepanjang kecepatan laju LRT Jabodebek rendah, karena tikungannya tajam. “Kenapa tajam? menurut saya itu memang tantangan membangun infratruktur perkeretaapian di pusat. Kawasan perkotaan itu lahannya terbatas,” ujar dia saat dihubungi pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

Karena lahannya terbatas, kata dia, risikonya jika membangun infrastruktur perkeretaapian jika pembangunannya memiliki manuver yang lebat. Ditambah lagi di sekitaran wilayah longspan itu juga ada banyak gedung-gedung. Sehingga jika ingin membangun tiang-tiang pancang risikonya tinggi.

Dia pun menegaskan yang penting bahwa waktu tempuh dari LRT Jabodebek tidak terganggu dengan adanya perlambatan di longspan itu. Dia melihat waktu tempuhnya masih relatif singkat daripada moda transportasi lain. Misalnya dari Stasiun Dukuh Atas, ke Stasiun Jatimulya, Bekasi hanya 30-35 menit.

“Itu masih sangat kompetitif dibandingkan moda angkutan lain terutama ketika di pagi dan sore hari macet,” ucap Aditya. “Sehingga saya pikir perlambatan sampai 20 kilometer per jam atau makan waktu lebih dari satu menit ketika di lengkungan itu menurut saya masih cukup wajar.”

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan bahwa kesalahan desain pada longspan LRT Jabodebek mengakibatkan adanya tikungan tajam yang berdampak pada melambatnya kecepatan kereta. Menurutnya, jika tikungan jembatan itu digarap melebar, maka kereta LRT Jabodebek bisa tetap melaju dengan kencang.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga turut angkat bicara soal longspan di lintasan LRT Jabodebek yang belakangan disebut-sebut salah desain. Arya menjelaskan, longspan di lintasan LRT Jabodebek yang tanpa tiang memang mengharuskan kereta bergerak lebih lambat. Hal tersebut dinilai sebagai pilihan tepat, baik dari sisi ekonomi maupun konstruksi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebab, menurut dia, longspan yang panjang tanpa tiang tambahan akan membuat LRT jauh lebih efisien. Lintasan tanpa tiang yang membuatnya lebih efisien. Walaupun pada akhirnya, ada konsekuensi dari efisiensi yakni jalan kereta menjadi agak lambat.

“Dari sisi ekonomi, ini pun lebih ekonomis dibandingkan harus bangun tiang. Ataupun memperbesar ruang bagi LRT," kata Arya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2023.

Adapun dari sisi waktu, menurut Arya, dampaknya tidak akan begitu banyak. "Karena toh tidak terlalu panjang longspan tersebut. Jadi dari sisi waktu tidak merugikan. Dan jika membangun tiang-tiang di tengah, maka akan jauh lebih mahal,” tuturnya.

MOH KHORY ALFARIZI | ANTARA

Pilihan EditorGuru Besar UI Sebut Longspan LRT Jabodebek secara Teknik Cukup Rumit, Rencana Tak Matang?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Saran Pelaku Usaha buat yang Ingin Berkebun di Perkotaan

14 hari lalu

Ilustrasi urban farming/berkebun di perkotaan. Shutterstock
Saran Pelaku Usaha buat yang Ingin Berkebun di Perkotaan

Berikut saran bagi yang ingin memulai hobi berkebun di wilayah perkotaan, di mana lahan bebas tanam biasanya terbatas.


Masyarakat Perkotaan Semakin Sadar Risiko Penyakit Autoimun

22 hari lalu

Ilustrasi autoimun. Shutterstock
Masyarakat Perkotaan Semakin Sadar Risiko Penyakit Autoimun

Teknologi untuk mendiagnosis penyakit autoimun juga lebih canggih sekarang.


Kominfo Buka Peluang Starlink Beroperasi di Perkotaan, APJII Minta Pemerintah Tentukan Sikap

23 hari lalu

Layanan internet Starlink dari SpaceX terdiri dari ground terminal (kanan) dan antena untuk internet satelit kecepatan tinggi. Dok.SpaceX
Kominfo Buka Peluang Starlink Beroperasi di Perkotaan, APJII Minta Pemerintah Tentukan Sikap

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan ada potensi layanan internet berbasis satelit, Starlink bisa beroperasi di kawasan perkotaan atau urban area yang ada di Indonesia.


Berikut Rute dan Tarif LRT Jabodebek dan MRT Jakarta, Apa Saja Perbedaannya?

37 hari lalu

LRT (kiri) dan MRT Jakarta. ANTARA; jakartamrt.co.id
Berikut Rute dan Tarif LRT Jabodebek dan MRT Jakarta, Apa Saja Perbedaannya?

LRT Jabodebek dan MRT Jakarta kerap disamakan oleh sebagian orang. Padahal, dua transportasi umum ini memiliki perbedaan rute dan tarif.


Apindo Usul Prabowo Bentuk Kementerian Perumahan dan Perkotaan, Apa Tujuannya?

41 hari lalu

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo, Shinta Kamdani saat ditemui di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2024. Tempo/Aisyah Amira Wakang.
Apindo Usul Prabowo Bentuk Kementerian Perumahan dan Perkotaan, Apa Tujuannya?

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan supaya Prabowo membentuk Kementerian Perumahan dan Perkotaan. Apa tujuannya?


LRT Layani 10 Juta Penumpang Sejak Beroperasi Agustus Tahun Lalu

41 hari lalu

Rangkaian gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) bersilang di stasiun LRT Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa, 23 April 2024. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kembali mengoperasikan 308 perjalanan LRT Jabodetabek pada hari kerja (weekday) dan pada akhir pekan (weekend) dioperasikan 260 perjalanan per April 2024, terkait peningkatan jumlah pengguna LRT mencapai 1.339.810, dengan rata - rata harian pengguna mencapai 58 ribu, meningkat 6 persen.  TEMPO/Imam Sukamto
LRT Layani 10 Juta Penumpang Sejak Beroperasi Agustus Tahun Lalu

Pengguna tertinggi terjadi di bulan April 2024 sejak pertama kali LRT beroperasi, capai 1,4 juta penumpang.


Mulai Bulan ini, LRT Jabodebek Tambah 28 Perjalanan di Hari kerja

44 hari lalu

KAl menambah 28 perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja mulai Mei 2024. Dok. LRT Jabodetabek
Mulai Bulan ini, LRT Jabodebek Tambah 28 Perjalanan di Hari kerja

Penambahan perjalanan bakal membuat jumlah perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja mencapai 336 perjalanan setiap harinya


Pengguna LRT Jabodebek Mencapai 1,4 Juta di April 2024

47 hari lalu

Warga menggunakan transportasi umum LRT Jabodebek, Jakarta. TEMPO/Subekti
Pengguna LRT Jabodebek Mencapai 1,4 Juta di April 2024

Jumlah penumpang Light Rail Transit atau LRT Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) selama April 2024 sebanyak 1.402.933 orang.


LRT Jabodebek Layani 3,8 Juta Penumpang pada Triwulan I Tahun Ini

51 hari lalu

Kereta LRT Jabodebek mendekati Stasiun Setiabudi, Jakarta, Indonesia pada Jumat (5 Januari 2024). ANTARA FOTO/Rizka Khaerunnisa/sgd/aww.
LRT Jabodebek Layani 3,8 Juta Penumpang pada Triwulan I Tahun Ini

Light Rail Transit atau LRT Jabodebek mencatat jumlah pengguna selama Triwulan pertama 2024 mencapai 3.841.554 orang.


Pertama Kali Beroperasi saat Libur Lebaran, LRT Jabodebek Catat 255 Ribu Pengguna

17 April 2024

Warga menggunakan transportasi umum LRT Jabodebek, Jakarta, Selasa 30 Januari 2024. Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menetapkan LRT Jabodebek sebagai bagian dari objek vital nasional (obvitnas) Perkeretaapian. Sebagai sistem transportasi perkeretaapian dengan kemudi otomatis pertama di Indonesia, maka diperlukan pengamanan terhadap stasiun, bangunan kantor dan depo, jalur, serta fasilitas operasi lainnya agar LRT Jabodebek dapat beroperasi dengan baik. TEMPO/Subekti
Pertama Kali Beroperasi saat Libur Lebaran, LRT Jabodebek Catat 255 Ribu Pengguna

Pengguna LRT Jabodebek meningkat setelah hari H Lebaran.