Ahok Sebut Transformasi Organisasi dan SDM Pertamina Paling Top, Apa Sebabnya?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaKomisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku bangga dengan sejumlah restrukturisasi yang dilakukan perusahaan migas nasional tersebut. Restrukturisasi yang dimaksud di antaranya meliputi transformasi sumber daya manusia atau SDM, baik di holding maupun subholding.

    Ia mencontohkan transformasi sudah dilakukan kini dengan procurement secara digital yang bisa dikontrol dengan ketat. "Kita juga sudah ada tanda tangan disposisi digital. Jadi kita bisa bebas bekerja di mana-mana dan Pertamina sangat baik," ujar Ahok dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 September 2021.

    Ahok juga menjelaskan pengelolaan SDM dan transformasi organisasi di perusahaan pelat merah itu semakin baik. "Termasuk dengan memastikan adanya sistem penilaian dan pemberian remunerasi pekerja yang adil dengan berbasis kinerja (performance based). Saya bilang Pertamina paling top,” katanya.

    Tak hanya itu, kata dia, Pertamina juga terus mengembangkan proses bisnis yang terdigitalisasi. Beberapa proses bisnis terdigitalisasi itu di antaranya melalui Pertamina Integrated Command Center, digital signature, digitalisasi SPBU, dan aplikasi MyPertamina.

    Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya pernah menyebutkan keinginannya agar Pertamina mampu mencapai target menjadi korporasi dengan nilai pasar US$ 100 miliar. Hal ini diharapkan bisa terwujud usai pembentukan enam subholding BUMN migas tersebut.

    Erick juga menyampaikan harapan Presiden Jokowi agar Pertamina terus meningkatkan pelayanan publik. Tapi yang terpenting adalah membangun ekosistem supaya Pertamina bisa bersaing dan mendorong value added.

    Sejumlah perbaikan yang dilakukan Pertamina itu juga harus dipertahankan sesuai dengan 5 Key Performance Indicator atau KPI di Kementerian BUMN. Kelima indikator kinerja itu meliputi: menyeimbangkan antara korporasi dan pelayanan publik, kembali kepada core business dan menjadi excellent, inovasi digital dan R&D untuk menjadikan Pertamina technology company, dan transformasi human capital.

    ANTARA

    Baca: Deposito Nasabah BNI Makassar Senilai Rp 45 Miliar Diduga Raib, Ini Kronologinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.