Menkes: Pemerintah Bangun Pabrik Oksigen Baru karena Kebutuhan Tinggi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah melakukan isi ulang tabung oksigen gratis di UD Berkah Oksigen, Depok, Jawa Barat, Jumat, 30 Juli 2021. Yayasan Khadimul Madani bekerja sama dengan UD Berkah Oksigen menyelenggarakan pengisian ulang tabung oksigen gratis setiap hari jumat pukul 08.30 WIB hingga 17.00 WIB untuk wilayah Kota Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pekerja tengah melakukan isi ulang tabung oksigen gratis di UD Berkah Oksigen, Depok, Jawa Barat, Jumat, 30 Juli 2021. Yayasan Khadimul Madani bekerja sama dengan UD Berkah Oksigen menyelenggarakan pengisian ulang tabung oksigen gratis setiap hari jumat pukul 08.30 WIB hingga 17.00 WIB untuk wilayah Kota Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi oksigen untuk medis. Salah satu strateginya dengan membuat pabrik-pabrik oksigen kecil.

    "Kita di pemerintah melihat kebutuhan yang tinggi sekali kemudian berusaha meningkatkan jumlah produksi oksigen untuk bisa melayani pasien kita yang sakit," kata Budi saat menerima bantuan dari Grab, OVO, Benih Baik secara virtual, Kamis, 5 Agustus 2021.

    Oksigen yang diproduksi di pabrik-pabrik baru itu, bisa dipasang di sebelah tempat tidur rumah sakit. Bahkan, kata dia, kalau dibutuhkan bisa dipakai di rumah-rumah keluarga yang sakit atau terkena Covid-19, dengan kapasitas 5 sampai 10 liter per menit.

    Dia menuturkan sebelum lebaran tahun ini, kebutuhan oksigen medis cuma 400 ton per hari, namun sekarang naik jadi di atas 2.000 ton per hari. Padahal produksi nasional saat itu cuma 1.700 per hari dan sebagian besar dipakai untuk kebutuhan industri.

    Saat ini, kata dia, pemerintah juga dalam proses mengadakan 50 ribu oksigen konsentrator, di mana setiap 1.000 oksigen konsentrator setara dengan 20 ton per hari. Sehingga dengan 50 ribu, bisa disetarakan dengan 1.000 ton per hari produksi pabrik-pabrik oksigen kecil di setiap tempat tidur atau rumah.

    Dia juga mengatakan dari donasi sampai sekarang sudah ada 15 ribu oksigen terkonfirmasi dan yang sudah diterima 6.000 lebih. Jumlah itu sudah distribusikan ke seluruh rumah sakit rujukan.

    "Saya di awal sudah bilang pandemi ini terlampau besar untuk bisa diselesaikan sendiri. Ini hanya bisa diselesaikan bersama-sama. Jadi ini terima kasih, seperti ucapan selamat ulang tahun kemerdekaan kita. Dan kita 75 tahun merdeka saya rasa bangsa Indonesia sudah sering sekali jatuh, tapi saya percaya melihat sejarahnya, kita selalu bisa bangun kembali," kata Budi.

    Adapun Grab, OVO, dan Benih Baik memberikan bantuan 1.000, konsentrator, 1.000 tabung oksigen , 1 juta vitamin, dan 10 ribu layanan transporatsi bagi masyarakat yang mendonorkan plasma.

    Baca Juga: Pengangkutan 80 Ton Oksigen ke Surabaya Digratiskan oleh PT KAI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.