244 UMKM di Tangerang Terima Pinjaman Modal Tanpa Bunga

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang gitar rumahan memotret barang dagangannya untuk dijual secara daring di Ciledug, Tangerang, Banten, Senin, 20 Juli 2020. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terus mendorong 10 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhubung dengan platform digital atau

    Pedagang gitar rumahan memotret barang dagangannya untuk dijual secara daring di Ciledug, Tangerang, Banten, Senin, 20 Juli 2020. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terus mendorong 10 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhubung dengan platform digital atau "go online" hingga akhir tahun ini. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta -Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) mencatat  244 UMKM dari 27 kelompok telah menerima bantuan modal dari program Tangerang Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Emas) tanpa nilai bunga pinjaman.

    Kepala Disperindagkop UKM, Teddy Bayu Putra mengatakan selama tahun 2020 jumlah bantuan modal yang telah disalurkan sebesar Rp 285 juta dengan penerima manfaat sebanyak 145 UMKM atau 17 kelompok. Rata-rata pinjaman yang diterima Rp 2 juta per pelaku usaha.

    “Angka ini sesuai dengan pengajuan masing-masing kelompok, melalui verifikasi tim Disperindagkop UKM terkait pemberkasan dan tim Bank BJB terkait BI Checking. Dengan masing-masing kelompok lima hingga 10 pelaku usaha. Saat ini, jumlah penerima dan kelompok pun sudah terus bertambah,” katanya, Jumat, 11 Juni 2021.

    Kemudian di tahun 2021 hingga akhir Mei sudah bertambah 10 kelompok dengan 99 pelaku usaha. Anggaran pinjaman yang sudah digelontorkan pun sekitar Rp 196 juta. Paling banyak, kelompok UMKM yang mengikuti program ini yaitu Kecamatan Pinang dan Tangerang.

    ADVERTISEMENT

    “Ada beberapa pelaku usaha yang melakukan pengajuan hanya Rp 1 juta, karena memang sesuai kemampuan dan kebutuhan. Saat ini, Dinas pun sedang memverifikasi tiga kelompok lagi yang sedang berlangsung. Maka akan terus bertambah hingga akhir tahun,” katanya dalam keterangan resminya.

    Berdasarkan data laporan Bank BJB hampir 100 persen pinjaman yang digelontorkan di 2020, sudah dibayarkan atau dikembalikan oleh para pelaku usaha. “Kasus tak terbayarkan atau nunggak sangat sedikit terjadi, bahkan masih bisa terselesaikan melalui gotong royong kelompok UMKM mereka sendiri,” katanya.

    Saat ini, Disperindagkop UKM pun tengah memproses peningkatan nilai pinjaman pada Perjanjian Kerjasama (PKS) Tangerang Emas ini. Diperindagkop UKM sedang mengkaji dan menimbang untuk meningkatkan pinjaman dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per pelaku usaha.

    “Program Tangerang Emas dengan nilai Rp 5 juta ini kita peruntukan bagi mereka yang sudah lunas pada pinjaman pertama, tanpa tunggakan atau cicilan lancar. Jika butuh atau ingin bisa kembali mengajukan dengan limit yang lebih besar. Sebagai apresiasi kelancaran pinjaman mereka, dan suntikan semangat mereka dalam berbisnis,” katanya.

    Baca Juga: Kemenkeu Ingin Industri Fintech Gandeng BPR dan BPD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.