Turun 13 Persen, Laba Bersih Citi Indonesia 2020 Rp 2,6 Triliun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor pusat Citibank di New York. Berdasarkan hasil penilaian 'stress test', Pemerintah menilai Citigroup dalam dua tahun ke depan diperkirakan memerlukan dana tambahan US$ 5 miliar (7/5). Foto: AP/Mark Lennihan

    Kantor pusat Citibank di New York. Berdasarkan hasil penilaian 'stress test', Pemerintah menilai Citigroup dalam dua tahun ke depan diperkirakan memerlukan dana tambahan US$ 5 miliar (7/5). Foto: AP/Mark Lennihan

    TEMPO.CO, JakartaCitibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp2,6 triliun sepanjang 2020 lalu, turun 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,99 triliun. 

    CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan di tengah ketidakpastian akibat pandemi COVID-19, perseroan berkomitmen untuk terus menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan kecukupan modal.

    "Neraca kami memiliki kapasitas untuk terus melayani kebutuhan nasabah kami. Dengan penekanan yang kuat pada manajemen resiko, kami akan terus melayani dengan tetap pruden di masa-masa penuh tantangan ini," ujar Batara melalui keterangan di Jakarta, Senin 3 Mei 2021.

    Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) Citibank Indonesia dilaporkan sebesar masing-masing sebesar 15 persen and 4 persen. Sementara itu, kondisi likuiditas Citi Indonesia tercermin oleh Lending to Deposit Ratio (LDR) sebesar 65,8 persen didukung oleh simpanan yang tumbuh sebesar 8 persen.

    Batara mengatakan, dengan menerapkan asas kehati-hatian dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19, Citi Indonesia berhasil memperbaiki rasio gross kredit macet (NPL) menjadi 1,6 persen dari 2,4 persen di tahun sebelumnya.

    Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Citi Indonesia per 31 Desember 2020 adalah 28,3 persen, meningkat dari 26,7 persen untuk periode yang sama tahun sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.