Bitcoin Capai Rekor Tertinggi Baru, Hampir Tembus USD 50.000

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bitcoin. REUTERS

    Ilustrasi Bitcoin. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaBitcoin pada perdagangan Selasa, 16 Februari 2021, mencapai rekor tertinggi barunya dengan mencapai sedikit di bawah US$ 50.000 atau sekitar Rp 695,8 juta (asumsi kurs Rp 13.915 per dolar AS). Kenaikan mata uang digital ini memperpanjang lonjakan tajam yang sebagian besar dipicu oleh investor besar yang mulai menganggap serius aset-aset digital.

    Mata uang kripto pertama dan paling terkenal ini kemarin mencapai US$ 49.938.  Harganya yang meroket sekitar 70 persen sepanjang tahun ini sebagian besar terjadi setelah produsen mobil listrik Tesla Inc. besutan Elon Musk mengatakan membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar. Ia juga akan menerima mata uang digital tersebut sebagai pembayaran.

    Keputusan Tesla tersebut merupakan hal terbaru dalam serangkaian investasi besar yang telah mengubah Bitcoin dari pinggiran keuangan ke neraca perusahaan dan meja transaksi Wall Street. Tak lama setelah itu, perusahaan-perusahaan dan pengelola uang tradisional AS mulai membeli banyak mata uang tersebut.

    Mata uang digital itu melonjak dari yang hampir tidak berharga satu dekade lalu ketika pengembang perangkat lunak Laszlo Hanyecz membayar 10.000 Bitcoin untuk dua pizza dan hanya melampaui US$ 20.000 pada pertengahan Desember lalu. Tapi sejauh ini telah hampir menembus US$ 50.000.

    Justin d'Anethan, manajer penjualan di perusahaan aset digital Diginex di Hong Kong, menyebutkan Bitcoin telah bergerak di kisaran tertinggi dan terendah (range-bound) selama empat atau lima hari terakhir. Hal tersebut menunjukkan Bitcoin kini telah mencapai momentum yang terhenti atau periode konsolidasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.